Reviu Novel Pemetik Bintang

NOVEL yang diterbitkan oleh kelompok  Kompas Gramedia grup ini memiliki daya tarik sendiri tentang pencarian dan perbedaan, saya menganggap jika buku ini menawarkan cerita cinta tentang arti cinta dan eksistensi manusia dalam masyarakat. Eksistensi manusia baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.
Dok Pribadi/ Kingkin

Namun beberapa akhir ini, ketika saya menganalisa waktu baca saya, akhir-akhir ini tidak bisa sekali duduk. Ini karena terkendala agenda keseharian. Saya membutuhkan waktu seminggu untuk menyelesaikan bacaan Pemetik Bintang.
Di awali dengan kisah seorang lelaki yang mencari jati diri. Ia memiliki pandangan hidup yang berbeda pada orang pada umumnya. Bagi orang awam, memiliki pandangan berbeda dari kelompok bisa jadi dianggap menjadi orang aneh. Terkadang memperluas sudut pandang itu perlu. Sebab seseorang memiliki jalan hidup sendiri untuk memilih sikap, tentu hal tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui.
Venerdi Handoyo mengemas bagaimana orang memilih jalan hidup dengan baik. Terlebih mengambil latar di Jakarta tentu erat juga dengan kehidupan bebas yang bagi sebagian orang telah biasa. Bagaimana berhubungan tanpa ikatan. Sangat liberal.
Alur dari novel ini yakni maju-mundur.
Jika membaca ini kamu akan mendapatkan pelajaran tersendiri mengenai sikap beberapa orang yang berbeda dengan sudut pandangmu.
Ada pelajaran penting yang bisa dipetik dari membaca novel ini, satu di antaranya yakni perbedaan bukanlah hal yang tabu. Justru perbedaan harus ada untuk menyemai kehidupan yang lebih baik.
            Semarang, 24 Juni 2019.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan