Pernah ke Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer: Di Mana Itu?

Esai ini dibuat untuk mengenang perjalanan ke tempat kelahiran Pramoedya Ananta Toer*
PERJALANAN ke Blora menyisakan beberapa pertanyaan besar dalam benak. Hal tersebut sudah ada di dalam pikiran saya sejak menuju ke Jalan Sumbawa Nomor 40, Kabupaten Blora.
Kita selalu bertanya dengan diri sendiri, apakah yang bisa dilihat dari sejarah masa lalu termasuk ketika bertemu dengan orang-orangnya.
Perjalanan ke Blora pada 10 Juni sangat menyenangkan. Menggunakan kendaraan prihadi dari rumah menuju kediaman Toer sekitar pukul 08.00 pagi hari. Hari-hari tersebut tepat lebaran Idulfitri plus 5 hari. Dari Demak saya menuju Blora melewati Purwodadi, Wirosari, dan Ngawen.
dok pribadi/ Kingkin


Hamparan sawah dan kayu jati di hampir sebagian jalan Grobogan-Blora menjadi pemandangan yang menemani. Dengan menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 40-50 km/jam.
Blora terletak di Jawa Tengah. Berbatasan langsung degan Cepu, Grobogan, dan Rembang. Di perjalanan  saya sempatkan berhenti di minimarket untuk mengobati dahaga sebentar. Di depan minimarket tersebut saya duduk santai. Dari ut map menunjukkan jarak menuju Jalan Sumbawa No 40 tinggal 28 km lagi.
Sudah dekat.
Perempuan di depanku sedang sibuk dengan smartphone-nya. Terlihat gurat-gurat kening didahinya saat ia sedang membaca layar smartphone-nya.
“Pataba masih jauh Mbak dari sini?”
“Mana itu, Mbak? Aku tidak tahu,”
“Tempatnya Pramoedya Ananta Toer,”
Akhirnya saya sibuk sendiri dengan google map dan mencari sendiri Jalan Sumbawa Nomor 40 dengan bantuan peta di gawai.
Sampai di lokasI, bukan hanya sejarah masa lalu yang terasa di atmosfir. Aroma kambing menjadi pembuka utama ke gerbang sejarah masalalu yang tidak bisa dilupakan begitu saja.
Langit biru, aroma kambing, dan kambing-kambing yang ada di depan halaman rumah Pram masa kecil menyambut langkah saya dengan suka cita. Tampak perempuan paruh baya menyambut dengan memakai celemek masak dan daster.
Ada kisah lama yang sebentar lagi akan segera terkuak di rumah yang teletak di RT 01/ RW 01 Kecamatan Jetis Kabupaten Blora.
Semarang, 15 Juni 2019.
2.12 p.m
*bersambung......

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan