Si Tukang Onar, Maxim Gorky

Mendengar kata Onar, saya membayangkan benturan fisik hingga babak belur. Saya mulai bertanya-tanya apa maksud Maxim Gorky menulis cerita pendek Si Tukang Onar ini. Pikiran mengenai penyelaman kehidupan dari kaca mata Maxim terus berkelindan bersama pikiran-pikiran lainnya. Kumpulan cerita pendek Maxim Gorky kali ini diterjemahkan dari judul asli Tales of Italy oleh Eka Kurniawan.
dok pribadi


Seperti apakah cerita Onar dari kacamata Maxim? Sehari-hari bisa saja bagi beberapa sebagian orang bertemu dengan keonaran-keonaran di lingkungan keseharian. Atau bahkan tidak sama sekali orang bersinggungan dengan biang onar, termasuk tatanan budaya puritan.
Saat membaca bagian Dendam yang menyebut-nyebut serta kisah Phryne dari Yunani Kono mengingatkan saya akan kisah The Scarlet Letter. Para puritan yang menginginkan tradisi kuno berlanjut justru membawa petaka bagi arti kebebasan manusia sendiri.
Keonaran bisa terjadi karena tatanan masyarakat yang saling timpang tindih tanpa aturan diceritakan oleh Maxim Gorky dalam pendalaman sosialis di wilayah Itali dan sekitarnya.
Bagi Marxim kehidupan dualisme yang ada tertuang pada beberapa kisah di dalam kumpulan cerita Tales of Italy mengemas kegetiran ketimpangan dalam kehidupan hingga menyebabkan beberapa tokoh terlibat keonaran. Kakak dan Adik salah satu di antarnya.
Pertama di sini Maxim mengisahkan perbedaan fisik yang mencolok antara Kakak dan Adik tersebut. Kehidupan ini  memang berupa-rupa sekali macamnya, sebuah kebetulan atau tidak kisah cerita ini sering luput dari pengamatan manusia sehari-hari, bahkan hal penting terkadang tidak pernah dibicarakan oleh orang-orang dewasa. Entah sebenarnya apa yang mereka maknai dalam hidup. 
Pernahkah kamu berdiskusi mengenai hobi-hobi, rencana-rencana yang menyenangkan, impian-impian dan kenyamanan lain tanpa membicarakan pilihan-pilihan orang lain? Kesederhanaan penuh makna mengenai percakapan membicarakan impian, hobi, rencana-rencana menyenangkan, dan kepahitan sendiri hanya bisa saya temui dalam beberapa kali perumpaan dengan orang-orang tertentu.
Maxim mengisahkan hal tersebut dengan baik.
Maxim Gorky menjelaskan “onar” dalam arti yang sangat sarat makna hidup.
Jika kamu pembaca pertama Maxim persiapkan kudapan teh hangat di sela-sela harimu sembari membaca kumpulan cerita pendek yang diterjemahkan oleh Eka Kurniawan ini, sangat rekomen.
            Dari skala 1-5 saya memberi nilai 4. Great story!


Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan