Jembatan Kebahagiaan

dok pribadi
ADA banyak cara menakar kebahagiaannya masing-masing.
“Lalu apa yang menghubungkan kita dengan perasaaan bahagia?” pertanyaan tersebut tiba-tiba terbersit saat kebanyakan membaca buku-buku dengan judul acak sebulan terakhir ini.
Berhubungan dengan orang lain juga bisa menjadi jembatan bahagia pun terkadang saat memiliki kualitas waktu dengan diri sendiri. Adanya komunikasi dengan orang lain merupakan cara lain untuk merasa bahagia.
Rasa ini adalah tatanan terdalam dalam filosofi jawa. Hal tersebut aku dapatkan usai membaca anatomi rasa.
Rasa, pada dasarnya membicarakan yang tulen, tulus, sejati ke dalam dirinya sendiri. Inilah bagaimana rasa bisa mendapatkan kebahagiaan, bukan tentang hal-hal yang berasal dari pengaruh luar. Dengan adanya komunikasi dengan orang lain itu berbeda halnya.
Bagi ku, kesederhanaan adalah hal paling simpel untuk bahagia.
Contoh kecil, tiga sahabat karib cukup menikmati waktu luang dengan membeberkan mimpi yang bagi orang-orang lain muskil tapi di mata mereka tidak, itu juga termasuk kebahagiaan. Sore yang bagi mereka aneh, adalah di mana-mana orang terlihat tergesa-gesa mengejar hidup. Itu bukan hal yang mereka kehendaki.
Mengalir tetapi tidak terhanyut,
Lalu bagaiamana kita bisa bahagia? Berhubungan dengan manusia, alam, dan makhluk hidup Tuhan yang lain merupakan jembatan bagi untuk bahagia.
Masa depan yang tidak pasti, adalah kepastian. Lalu apa yang ingin kamu tinggalkan di dunia ini usai kamu purna?
Pertanyaan tersebut juga terbersit selintas saat waktu tak pernah berhenti maju. Menunjukkan setiap detik yang dilewati adalah kebiasaan-kebiasaan manusia.
Tidak bisa digambarkan terkadang, beberapa perasaan bahagia yang sakral hanya ada di kalbu. Saat mengalami kesedihan dan kita mendekatkan diri kepada pencipta, di dalam hati juga ada rasa bahagia. Tentu, hal kebaikanlah yang ingin kita tinggalkan untuk anak-cucu kita kelak bukan?
Apa kebahagiaan itu seperti pohon yang telah tua.  Menjadi tempat yang teduh untuk banyak orang saat terik datang.
Apa kebahagiaan itu adalah memiliki kehidupan laiknya orang-orang pada umumnya sekolah, kuliah, bekerja, menikah, memiliki anak-anak lalu generasi selanjutnya juga mengulang siklus yang sama?
Apa kebahagiaan itu adalah rasa ketika hati bisa mengontrol ruahan limpah kebahagiaan saat berjumpa dengan sahabat karib yang telah lama tidak berjumpa?
Apa bahagia itu adalah rasa di mana hati memiliki kecocokan dalam berbicara rupa-rupa hidup dengan sesama?
Kebahagiaan ini adalah rasa. Jika kamu pernah merasakan kebahagiaan hingga membekas di hati hingga sekarang, cobalah meresapinya, atau menuangkannya dalam suatu hal. Kelak jika kamu membutuhkan motivasi terbesar dalam kehidupan, ingatlah rasa bahagia itu, kamu pernah merasanya.
Dalam kehidupan setiap kejadian akan membawa kita melewati jembatan-jembatan yang memiliki cerita tersendiri, ada baiknya mengontrol diri dengan baik untuk merasakan nikmat adalah satu di antara beberapa kunci untuk menikmati bahagia.
Seperti orang dalam gambar di sini, ia cukup bahagia dengan bermain tapi di hutan pinus, memandangi alam yang alami, dan berinteraksi dengan manusia lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Eksistensi Saminisme Suku Samin di Tahun 2018

Terima Kasih Mbak Gojek

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan