Posts

Showing posts from April, 2019

Si Tukang Onar, Maxim Gorky

Image
Mendengar kata Onar, saya membayangkan benturan fisik hingga babak belur. Saya mulai bertanya-tanya apa maksud Maxim Gorky menulis cerita pendek Si Tukang Onar ini. Pikiran mengenai penyelaman kehidupan dari kaca mata Maxim terus berkelindan bersama pikiran-pikiran lainnya. Kumpulan cerita pendek Maxim Gorky kali ini diterjemahkan dari judul asli Tales of Italy oleh Eka Kurniawan.

Seperti apakah cerita Onar dari kacamata Maxim? Sehari-hari bisa saja bagi beberapa sebagian orang bertemu dengan keonaran-keonaran di lingkungan keseharian. Atau bahkan tidak sama sekali orang bersinggungan dengan biang onar, termasuk tatanan budaya puritan.
Saat membaca bagian Dendam yang menyebut-nyebut serta kisah Phryne dari Yunani Kono mengingatkan saya akan kisah The Scarlet Letter. Para puritan yang menginginkan tradisi kuno berlanjut justru membawa petaka bagi arti kebebasan manusia sendiri.
Keonaran bisa terjadi karena tatanan masyarakat yang saling timpang tindih tanpa aturan diceritakan oleh Maxim G…

Speaker-Listener

Sometime, a good speaker isn’t good “listener”, and vice versa. But, we meet kinda both sometime, a person who have typically good as speaker and listener. “Sometime being a good listener is better than a good speaker,” Anonymous said bravely. “And vice versa,”

Tentang Rupa-rupa Hidup dari Kacamata Pembaca Tanah Tabu

Kehidupan adalah proses. Suatu sore, seorang pembaca Tanah Tabu berujar kepadaku dengan pandangan sayu. Sewaktu kanak-kanak, hidup bebas, tidak memikirkan konflik atau benturan realita rupa-rupa manusia. Di masa kecilnya, ia tidak pernah membicarakan keputusan-keputusan orang lain atau pun membicarakan orang lain dengan penuh kasak-kusuk terhadap pilihan hidupnya. Berbalik dengan apa yang dilihatnya terhadap rupa-rupa manusia di zaman ia telah mencapai usia dikatakan dewasa. Sore ini, ia menceritakan banyak hal tentang perubahan-perubahan yang telah ia alami atau pun dunia yang telah ia lihatnya selama ini. Ini adalah sebuah reminder terhadap diri sendiri, kata pembaca Tanah Tabu kepadaku sore itu. Pembaca Tanah Tabu ini berpendapat, sebaiknya aku tidak boleh menghakimi keputusan orang lain terhadap keputusan-keputusan yang telah dipilih. Hidupnya telah sarat pengalaman. Ia dihakimi, tetap diam. Ia memilih fokus terhadap kebahagiaannya sendiri dan kebahagiaan yang bisa ia bagi-bagikan …

Review Novel: Orang-orang Biasa dan Kejujuran Impian

Image
ANDREA HIRATA telah kembali! Saya akhirnya kembali menemukan nafas Andrea Hirata yang hampir mendekati spirit of life-nya tokoh-tokoh dalam Laskar Pelangi melalui novel dengan jumlah halaman 262 sampai dengan kata tamat. Sebagian besar tokoh di dalam novel ini yakni orang-orang yang di sekitar kehidupan adalah orang-orang yang tidak pernah terpikirakan oleh sebagian dari kamu. Pengangguran terselubung dengan masa lalu yang sederhana nan jauh dari kata glamor. Memikirkan cita-cita saja mereka tidak berani. Jika kamu ingin memiliki kepakaan terhadap sudut pandang orang-orang biasa ini, cobalah sekali-kali memiliki pendekatan humanis dengan tukang sapu jalan yang menghamba kepada pemerintah. Saya yakin, kamu akan mendapatkan segudang cerita kehidupan yang tidak artifisial. Beranikah kamu melakukan hal tersebut tanpa membawa identitas pribadi? Menyoal hal ini saya sarankan jika kamu ingin melihat kehidupan dari sisi secara langsung. Kembali kepada review novel ini. Warna kuning, mencolok. A…

Filosofi Memanah hingga Impian-impian

Image
“Ayo, mencoba archery,” ajak beberapa teman di Jumat pagi itu. JIKA biasanya aktivitas fisik yang sering dilakukan oleh sebagian orang adalah jogging, fitnes, sepedaan, dan lainnya. Hari itu kami mencoba aktivitas fisik lain yang difasilitasi oleh tempat kami berkarya. Adalah melibatkan konsentrasi, otot lengan, itulah hal yang kami coba, archery, atau memanah.
Kami mencoba, hari itu, di halaman samping kantor yang dikhususkan untuk Archery. Fokus. Kokoh, tidak goyah merupakan hal yang penting dari memanah. Ini adalah kali pertama saya mencoba memanah, pun sebagian besar teman-teman. Ada beberapa cara dasar yang dajarkan oleh senior kami. Secara bergantian kami mempraktikan, sekali praktik ada 3 anak panah yang melecut menuju titik fokus dari jarak sekitar 3-5 meter. Sekitar 1,5 jam kami bergantian menggunakan 2 busur panah. Saat mencoba hal tersebut, ada yang mendekati titik pusat lingkaran, ada yang keluar orbit, dan juga ada yang kelewat dari papan. Masing-masing mencoba tiga kali, s…

Tentang Sosiolinguistik: Pilihan Pembicaraan dan Kebiasaan

Esai ini ditulis untuk mengabadikan percakapan dengan seorang saudara yang pernah memberi saya hadiah buku John Steinback saat ia berkunjung di negara yang belum pernah saya kunjungi.* Penulisan ini mengenai kecenderungan manusia dan pemilihan pilihan dalam hidup. “Tetap berdoa kepada Allah supaya terus dilindungi.” –Budi dalam percakapan. Kamu akan mengetahui Budi mana yang saya maksud, jika kamu benar-benar memahami dunia sastra. Ya, sejak dulu hingga sekarang nama lengkapnya adalah Budi. Budi adalah seorang sastrawan ia memiliki hobi membaca dan menulis beberapa hal yang ia amati dalam kehidupan sehari-harinya. Latar belakangnya berasal dari pergaulan yang tidak membicarakan materi semata dan fisik-fisik rupa kehidupan. Namun, ia pernah menyelami kehidupan malam Jakarta karena ia ingin meneliti rupa-rupa manusia yang sangat kompleks dan beragam. Selain itu, perjalanan kehidupannya juga sangat berwarna. Ia sendiri telah memakan asam kehidupan yang lebih banyak daripada saya, itulah se…

Jembatan Kebahagiaan

Image
ADA banyak cara menakar kebahagiaannya masing-masing. “Lalu apa yang menghubungkan kita dengan perasaaan bahagia?” pertanyaan tersebut tiba-tiba terbersit saat kebanyakan membaca buku-buku dengan judul acak sebulan terakhir ini. Berhubungan dengan orang lain juga bisa menjadi jembatan bahagia pun terkadang saat memiliki kualitas waktu dengan diri sendiri. Adanya komunikasi dengan orang lain merupakan cara lain untuk merasa bahagia. Rasa ini adalah tatanan terdalam dalam filosofi jawa. Hal tersebut aku dapatkan usai membaca anatomi rasa. Rasa, pada dasarnya membicarakan yang tulen, tulus, sejati ke dalam dirinya sendiri. Inilah bagaimana rasa bisa mendapatkan kebahagiaan, bukan tentang hal-hal yang berasal dari pengaruh luar. Dengan adanya komunikasi dengan orang lain itu berbeda halnya. Bagi ku, kesederhanaan adalah hal paling simpel untuk bahagia. Contoh kecil, tiga sahabat karib cukup menikmati waktu luang dengan membeberkan mimpi yang bagi orang-orang lain muskil tapi di mata merek…