Posts

Showing posts from March, 2019

Keheningan Parang Jati

Image
KETIKA memasuki toko buku aku mencium aroma wangi dari kertas bertuliskan Anatomi Rasa.  Sebagai editor dari Parang Jati, Ayu Utami meleburkan diri dengan penulis Anatomi Rasa. Jangan hakimi buku dari kovernya, bagi kamu yang melihat kover ini pasti akan terkecoh jika ini adalah novel romance yang mendayu-dayu untuk anak-anak SMA, bukan? Novel sastra ini mengisahkan filsafah dan filosofi dalam tiga bagian. Anatomi yang bagus bagi para pencari jawaban tentang kehidupan. JIka pada umumnya orang-orang tenggelam dalam keriuhan hiruk-pikuk kota dengan harapan mendapatkan segudang harta, materi, kemasyuran. Melalui Antalogi Rasa ini Parang Jati mengantarkan para pembacanya kepada keheningan yang berisi. Kalau kamu nyinyir kepada rasa, periksalah, apakah kamu dipengaruhi oleh bias rasionalisme Barat? Kalau kamu terlalu suka kepada rasa, juga periksalah diri. Jangan-jangan kamu malas berpikir? –Anatomi rasa, Halaman 6. Di sini, Rasa ditinjau dari alam kebatinan jawa. Kata rasa menggambarkan lapi…

Review Novel Ibu Susu

Image
Membaca, bagi saya, adalah proses spiritual yang menyenangkan. Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, itu hal yang wajar.  Dari membaca, saya mendapatkan ilmu kehidupan baru dari sisi yang berbeda, termasuk bacaan fiksi.  Kali ini tulisan fiksi Ibu Susu yang ditulis oleh Rio Johan adalah novel yang akan saya review. 
Berjumlah 202 halaman, Rio Johan mengemas bagus kisah Firaun Theb yang memiliki mimpi mengenai air susu.  Penyajian kisah yang minim dialog di penulisan Rio Johan, jujur saja mengingatkan akan cara Nukila Amal dalam Cala Ibi; minim dialog. Bedanya adalah, jika Nukila Amal dalam Cala Ibi menggunakan diksi-diksi dan metafora yang membuat kulit jidat berkerut, Rio Johan berbeda. Alurnya mengalir tanpa metafora.  Hal ini, membuat penikmat buku semakin senang, karena bisa memahami dengan nyaman.  Dikisahkan, pada awalnya, Firaun Theb bermimpi terkait susu. Kala itu, putranya sedang mengalami bala.  Air susu Ibu Agung sudah tidak keluar usai menyusui tiga bul…

Selatan Kabupaten Tegal, Ada Surga Tersembunyi di Perbatasan

Image
Setiap Kota memiliki landmark masing-masing. Biasanya, landmark tersebut dikelola oleh Pemerintah setempat, hingga gaung pemasarannya didengar oleh Masyarakat.  Dok Pribadi/ tiket masuk Rp 5.000/ orang 
Seperti di Semarang, ada Kawasan Kota Lama. Yogyakarta terkenal dengan Malioboro-nya. Hingga kata orang-orang belum ke Yogyakarta jika tidak bertandang ke Malioboro.  Bagaimana dengan alam yang berada di perbatasan? Adakah para traveller sempat mendengar namanya? 
Di daerah Pantura misalnya. Ada apa di perbatasan Kabupaten Tegal-Brebes? Bagi traveller dari luar Kota pasti kurang familiar dengan nama Bukit Baper, tentu hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kami penikmat alam yang masih alami.  Bukit Baper terletak di sisi selatan Kabupaten Tegal, daerah perbatasan Kabupaten Tegal - Brebes.  Kekayaan alam di sisi selatan Slawi memang tidak terkira, ditunjang dengan letak geografis yang mempuni. Jika Guci menjadi landmark Slawi, bagaimana dengan Cempaka, dan kawasan Bumijawa? Bak su…