Tips Lolos Tes CPNS Instansi BPK RI

Bagi sebagian orang, bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pekerjaan yang diidam-idamkan. Satu di antara alasan itu yakni masa depan terjamin. Di lain sisi, aku memiliki saran, teman-teman yang ingin menjadi ASN tentu harus memiliki tujuan untuk menjadi bagian penerus bangsa yang komit berkontribusi kepada Indonesia lebih baik lagi. 
Logo BPK RI/ Dok IST 
Di BPK, teman-teman harus memiliki dedikasi mengawasi dan memeriksa tata kelola keuangan baik instansi pusat hingga daerah dengan transparan, akuntanbel, dan dapat dipertanggungjawabkan. 
Aku akan membagikan pengalamanku lolos Seleksi Nasional CPNS 2018, di instansi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). 
Sebelum kalian membaca penuh ini, aku yakin setiap pribadi memiliki cara sendiri untuk belajar dan beradaptasi, termasuk mengetahui seberapa besar keinginan untuk lolos BPK. 
Berikut ini tips-tips yang bisa kamu jajal, good luck ya! 
1. Niat 
Niatlah yang baik. Untuk menjadi ASN bukan serta merta karena ingin memiliki gaji yang cukup baik untuk hidup ataupun masa tua nanti.
Ingat, kita juga perlu mempersiapkan ketidakmungkinan yang ada. Misal, jika gagal lolos seleksi, kita akan melakukan apa selanjutnya? Itu juga harus dipikirkan.
Niatkanlah untuk mendapatkan hal yang barokah dan memiliki kontribusi baik untuk negara. Which is hal ini harus kamu lakukan benar jika lolos nanti. 
2. Doa 
Selain niat berdoa adalah hal yang penting. Segala hal yang kamu usahakan wajib disertai dengan doa. 
3. Pilih Formasi Sesuai Jurusan 
Di CPNS BPK tahun 2018, ada sekitar 502 formasi yang dibuka untuk jurusan hukum, sastra, akunutansi, ilmu ekonomi, psikologi dan teknik. 
Formasi tersebut diperuntukan jabatan Pemeriksan Ahli Pertama, Assesor SDM, Pengelola Kepegawaian, dan lainnya. 
Tentukan sesuai jurusanmu, awas jangan sampai salah jurusan. Hal tersebut akan berakibat sangat fatal jika input salah jurusan. 
4. Atur Waktu Belajar, Jangan Dadakan  
Jika kamu sudah menetapkan pilihan dan bertekad kuat lolos seleksi, belajar adalah kuncinya. 
Waktu itu aku sambil bekerja, pola membaca soal CPNS nya tidak maraton akan tetapi rutin, sehari aku luangkan 30 menitan untuk latihan soal dalam kondisi santai. 
Aku belajarnya dari banyak sumber, selain dari buku, juga diskusi bareng teman-teman yang ikut seleksi, sebenarnya aku lebih banyak diskusi bareng Jaktnika. 
Mantabkan hati, optimis bisa lolos. 
Di 2018, tesnya berbentuk SKD dan SKB. Minimal kamu targetkan lolos passing grade terlebih dahulu. Untuk itu, perlunya latihan soal sangatlah penting. 
Aku belajar dari Buku berjudul Modul Resmi CPNS 2018 beli di Gramedia, selain itu aku banyak belajar juga dari sharing dengan teman-teman yang sudah tes di instansi lain duluan. 
Belajar jangan dadakan, itu tipsnya. Usahakan jika sudah niat, dua bulan sebelum tes sudah cari info sebanyak-banyaknya tentang pendaftaran dan lakukan start belajar sejak dini. 
Apalagi jika masih freshgraduate dan belum bekerja, kamu akan semakin banyak memiliki waktu banyak untuk belajar. 
5. H-1 Tenangkan Pikiran 
Usahakan H-1 jangan begadang. Cukup cek apa yang diharuskan untuk dibawa besok saat tes jangan sampai ada yang ketinggalan. 
Istirahat cukup, tidur 8 jam, tenangkan pikiran, akan lebih efektif untuk menghadapi suasana saat tes.
6. Kerjakan Soal dengan Fokus 
Saat tes, pertama kamu akan mendapati 100 soal berupa TIU, TKP, dan TPA. 
Di tahun 2018 memiliki passing grade pada tiap materi. Berdasarkan aturan, yang tidak lolos passing grade dinyatakan gugur jika dalam formasi tersebut telah terpenuhi (bisa dibaca lebih lanjut aturannya). 
Pastikan kamu lolos Passing Grade. Jika kamu lemah dalam sejarah, mala pelajarilah lebih giat, ini sangat membantu, tanpa mengenyampingkan materi yang telah kamu kuasai. 
Di BPK sendiri, hampir sebagian besar lolos passing grade semua. Berbeda dengan beberapa Pemkot dan Pemkab yang pesertanya di bawah Passing Grade. 
Untuk itu kamu harus fokus saat mengerjakan di depan komputer. Baca teliti. 
7. Meminta Restu orang-orang yang Kamu Sayangi, misal sahabat, keluarga, dosen, guru, dan lainnya. 
Selain berdoa sendiri, meminta restu juga hal yang bisa dilakukan. 
Ini menjadi bekal kepercayaan diri dan batin yang tenang. 
8. Hasilnya Serahkan sama Tuhan
Berpasrah usai berusaha semaksimal mungkin juga menjadi kuncinya. Yakinlah, niat baik dengan usaha yang maksimal perlu dijadikan pemacu diri untuk mengingat apapun yang kita lakukan dan usahakan pastu mendapat jawaban yang terbaik dari-Nya. 
Itulah yang bisa aku bagi, kali ini cukup sekian, secara detail untuk tips mengerjakan SKD akan ada ditulisan berikutnya.
Goodluck ya, semoga kamu yang berniat baik tahun ini bisa lolos seleksi nasional. 

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan