Posts

Showing posts from 2019

Celoteh Buku: Koplak, Oka Rusmini

Image
Peringatan: Kamu sudah membaca Tarian Bumi? Aku yakin kamu tentu  ketagihan terus dengan karya novel wartawan satu itu –Oka Rusmini. Aku akan Mulai Berceloteh

Perempuan kelahiran tahun 1967 itu memiliki cara bertutur mudah dipahami dan mengalir. Di novel Koplak yang diterbitkan oleh Grasindo –Kompas Gramedia Grup. Membuatku membayangkan seorang Kepala Desa di Desa Sawut, Bali, bernama Koplak menjalani hidup dengan ketulisan di tengah hingar-bingar politikus yang ingin mencalonkan diri sebagai DPR bahkan hingga presiden. Wartawan selalu memiliki caranya sendiri dalam meleburkan fakta dengan kisah humoris tokoh fiksi. Dalam waktu sekali duduk, aku bisa selesai menamatkan novel dengan jumlah halaman 185. Info tentang latar belakang penulis Koplak, sangat membantu pembaca bisa menilai bagaimana kira-kira novel ini akan menggelitik. Pernah mendapatkan penghargaan dari Sastra Badan Bahasa, South East Asian Write Award, Kusala Sastra, dan bisa kamu googling sendiri jika masih penasaran de…

Reviu Novel Pemetik Bintang

Image
NOVEL yang diterbitkan oleh kelompokKompas Gramedia grup ini memiliki daya tarik sendiri tentang pencarian dan perbedaan, saya menganggap jika buku ini menawarkan cerita cinta tentang arti cinta dan eksistensi manusia dalam masyarakat. Eksistensi manusia baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.
Namun beberapa akhir ini, ketika saya menganalisa waktu baca saya, akhir-akhir ini tidak bisa sekali duduk. Ini karena terkendala agenda keseharian. Saya membutuhkan waktu seminggu untuk menyelesaikan bacaan Pemetik Bintang. Di awali dengan kisah seorang lelaki yang mencari jati diri. Ia memiliki pandangan hidup yang berbeda pada orang pada umumnya. Bagi orang awam, memiliki pandangan berbeda dari kelompok bisa jadi dianggap menjadi orang aneh. Terkadang memperluas sudut pandang itu perlu. Sebab seseorang memiliki jalan hidup sendiri untuk memilih sikap, tentu hal tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui. Venerdi Handoyo mengemas bagaimana orang memilih jalan hi…

Cerita kepada Kawan

Kamu memandang kehidupan sebagai kesunyian.  Tidak perlu keramaian untuk memahami diammu. Bukan marah. Bukan bosan. Tapi kamu sedang berdialog dengan dirimu sendiri tentang arti hidup.  Hidup itu sederhana, yang rumit pikiranmu sendiri. Andai kamu bisa melihat senja dengan santai, sebagaimana ia merindukanmu.  Aku akan mengemukakan pendapatku untukmu, kamu akan baik-baik saja.  Semarang, 21 Juni 2019.

Cerita dari Blora: Kisah Istri Soesilo Toer Hingga Kambing-kambing Peliharaan di Pataba

“INI hari ulang tahun anak saya, kebetulan sekali,” tutur Ibu Soes kepada para pengunjung Pataba di siang itu. Secara pribadi saya tidak mengenal anak dari Soesilo Toer dan keluarga besar Soesilo Toer. Pertama kali mengenal Soes jujur saja melalui buku-buku Pramoedya yang merupakan kakak dari Soes. Siang bergelora terik. Rumah yang terletak di Jalan Sumbawa No 40 tersebut memiliki jendela-jendela yang besar dengan cat putih dan hijau yang mendominasi. Halaman rumah tersebut cukup luas. Ada dua rumah yang jadi satu di sini. Rumah yang terletak agak menjorok ke belakang merupakan tempat tidur Pramoedya di waktu kecil. Memasuki gerbang yang terkunci. Tampak beberapa kambing bebas berkeliaran di halaman. Aroma tubuh dan pup-nya tercium sesuai dengan arah angin di siang itu. “Maaf Mbak, lewat samping ya. Pintu depan ini kuncinya dibawa Pak Soes.Pak Soes lagi memperpanjang SIM,” tutur Ibu Soes kepada saya. Rumah tersebut terbilang cukup nyaman. Beberapa tanda kehidupan rumah tangga bisa dili…

Pernah ke Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer: Di Mana Itu?

Image
Esai ini dibuat untuk mengenang perjalanan ke tempat kelahiran Pramoedya Ananta Toer* PERJALANAN ke Blora menyisakan beberapa pertanyaan besar dalam benak. Hal tersebut sudah ada di dalam pikiran saya sejak menuju ke Jalan Sumbawa Nomor 40, Kabupaten Blora. Kita selalu bertanya dengan diri sendiri, apakah yang bisa dilihat dari sejarah masa lalu termasuk ketika bertemu dengan orang-orangnya. Perjalanan ke Blora pada 10 Juni sangat menyenangkan. Menggunakan kendaraan prihadi dari rumah menuju kediaman Toer sekitar pukul 08.00 pagi hari. Hari-hari tersebut tepat lebaran Idulfitri plus 5 hari. Dari Demak saya menuju Blora melewati Purwodadi, Wirosari, dan Ngawen.

Hamparan sawah dan kayu jati di hampir sebagian jalan Grobogan-Blora menjadi pemandangan yang menemani. Dengan menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 40-50 km/jam. Blora terletak di Jawa Tengah. Berbatasan langsung degan Cepu, Grobogan, dan Rembang. Di perjalanansaya sempatkan berhenti di minimarket un…

Reviu Novel Penari dari Serdang: Apakah Cinta Wajib Diperjuangkan?

Image
“Kalau cinta, jangan dibunuh. Perjuangkan!” kalimat tersebut terucap dari mulut Putri Chaya kepada seorang wartawan, Bagus, dari Jakarta yang kala itu sedang menjadi juri  kesenian di Medan. Kata kerja cinta menjadi hal yang sederhana diucap namun susah dijelaskan, bagi saya sendiri.  Novel yang ditulis oleh Yudhistira Anm Massardi (ayah vokalis-basis Barasuara, Iga Massardi) ini menyuguhkan peristiwa sejarah melayu di Sumatera Timur dengan alur kisah cinta antara penari dari Serdang, Putri Chaya –janda beranak satu, dengan seorang wartawan yang terlah berkeluarga dengan anak dua.

Dok Pribadi/ Kingkin
Yudhistira menawarkan sejarah melayu yang telah lama hilang kembali ke permukaan. Cinta sebagai penggeraknya. Apakah benar cinta wajib diperjuangkan? Apakah kamu benar-benar mencintai seseorang tanpa pernah mendua? Apakah kamu mendasari perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk beribadah kepada Tuhan sehingga menyadari di dunia ini adalah fana? Jika seorang janda memiliki hubungan dengan…

Review Novel Merdeka Sejak Hati: HMI Pemecah Islam?

Image
“Apa kamu dulu waktu menjadi mahasiswa ikut Himpunan Mahasiswa Islam?” Tidak. Saya memiliki alasan kenapa tidak mengikuti organisasi-organisasi tertentu di kampus –pada masanya. Pertama saya berargumen kuat, meski landasan dari organisasi itu bagus, saya takut jika di dalam organisasi tersebut memiliki kepentingan politik dan melupakan tujuan utama berdirinya organisasi.

Buat saya mengikuti organisasi harus dengan passion. Jadi tidak asal ikut-ikutan teman. Atau pun paksaan karena ingin bergaul dengan banyak orang. Membaca Novel Merdeka Sejak Hati yang ditulis oleh A. Fuadi. Pengetahuan saya terkait HMI menjadi semakin dalam, saya kagumi pendirinya. Bagi saya mengetahui seluk-beluk organisasi juga menjadi hal yang sangat pen lrting. Dengan mengetahui seluk-beluk saya yakin dalam mencapai tujuan organisasi tersebut akan sangat ringan dan kita menjadi mudah untuk berkontribusi karena mantab dalam mengikuti sebuah organisasi. “Kamu ikut HMI dulu? Bagaimana sejarahnya?” Tanya saya kepada t…

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Image
BACALAH apa yang telah ditulis Faisal Tehrani  pada kehidupan Basri dengan latar tahun 1960-1970 an, yang pedih bagi jiwa dan raga. Martabat kemanusiaan Basri tetap ada, tak bisa dirampas meski ia mencoba melupakan semua masa lalu nya dengan berpindah dari negara ke negara. Kepasrahan menuntun Basri bertemu dengan tokoh-tokoh yang menolongnya hingga akhirnya ia kembali bertemu dengan Val setelah 20 tahun lamanya. Dua-duanya sama-sama terlibat nestapa. Meski demikian mereka tidak mengeluh karena mereka semua tidak bersalah.

Cerita-cerita tersebut adalah sejarah perih Basri, penturan Faisal dalam novel ini perlu diapresiasi. Ada beberapa sudut pandang dalam cerita ini yang ditampilkan. Sudut orang ketiga, dari sisi “aku” Basri, Basariah, dan Val. Kuala Lumpur 1974, Basri dan kawan-kawan di universitas melakukan demo besar-besaran dengan mengatas namakan kaum petani kecil. Tuntutannya sederhana, menaikkan harga karet, mengusir investor asing (dikaji dengan kebijakan yang tepat), dan kebij…

Reviu Buku Tempat Terbaik di Dunia: Melihat Jakarta dari Sisi Lain

Image
"Seperti yang kubilang, Roanne," katanya ketika ia melihat saya. "Ini adalah tempat terbaik di dunia. Semua yang kamu pengin, bisa kamu dapatkan dan kamu lakukan di Bantaran Kali. Di kampung kumuh ini kami menjalankan hidup semewah hidup miliader di Jakarta," –Tikus, halaman 155, Tempat Terbaik di Dunia. 

Dok Pribadi

Roanne VanVoorst merupakan seorang antropolog asal Belanda yang melakukan penelitian doktoralnya di Jakarta. Roanne menulis novel Tempat Terbaik di Dunia ini atas permintaan Tikus –nama samaran, seorang warga Bantaran Kali –bukan nama lokasi sebenarnya di Jakarta. Di lokasi tersebut Tikus dan sekitar 150 warga Jakarta yang datang dari berbagai daerah tinggal di pinggiran kali yang sangat rawan banjir. Ini adalah kali pertama saya membaca karya Roanne yang diterbitkan oleh Marjin Kiri pada 2018. Kisah ini bermula ketia Roanne memutuskan untuk meneliti kehidupan warga Jakarta yang berada di titik parah saat kebanjiran. Bagaimana mereka bisa bertahan? apa …

Kampung Ramadan Jogokariyan, Jalan Paling Teduh

Image
BERDERET penjaja makanan melayani pembeli yang sedang berkunjung di Kampung Ramadan Jogokariyan. Ada penjaja sosis, teriyaki, es buah, hingga nasi goreng korea di sekitar Jalan Raya menuju Masjid Jogokariyan.


Hiasan serupa lampion berada di udara kosong depan Masjid menjadi satu di antara lokasi favorit pengunjung yang ngabuburit untuk berfoto atau pun tempat untuk berbuka. Berbuka on The Road. Tali-tali menjadi perekat lampion kertas warna-warni itu. Langit yang masih biru menjadi pelengkap indahnya hiasan ini. Terlebih ketika senja tiba, ada hiasan lampu yang semakin mempercantik area. Mulai sekitar pukul 16.00 WIB, para masyarakat mulai memenuhi ruang-ruang suci di Masjid Jogokariyan, sentra berbuka bersama di Kampung Ramdan. Kehangatan, ketulusan, tanpa pamrih. Ketiga kata tersebut merupakan hal yang saya rasakan ketika kali pertama menjejakkan kaki di sepanjang jalan Masjid Jogokariyan. Saling menghargai, siapapun kita. Sudah menjadi tradisi, Masjid ini menyediakan makanan untuk be…

Si Tukang Onar, Maxim Gorky

Image
Mendengar kata Onar, saya membayangkan benturan fisik hingga babak belur. Saya mulai bertanya-tanya apa maksud Maxim Gorky menulis cerita pendek Si Tukang Onar ini. Pikiran mengenai penyelaman kehidupan dari kaca mata Maxim terus berkelindan bersama pikiran-pikiran lainnya. Kumpulan cerita pendek Maxim Gorky kali ini diterjemahkan dari judul asli Tales of Italy oleh Eka Kurniawan.

Seperti apakah cerita Onar dari kacamata Maxim? Sehari-hari bisa saja bagi beberapa sebagian orang bertemu dengan keonaran-keonaran di lingkungan keseharian. Atau bahkan tidak sama sekali orang bersinggungan dengan biang onar, termasuk tatanan budaya puritan.
Saat membaca bagian Dendam yang menyebut-nyebut serta kisah Phryne dari Yunani Kono mengingatkan saya akan kisah The Scarlet Letter. Para puritan yang menginginkan tradisi kuno berlanjut justru membawa petaka bagi arti kebebasan manusia sendiri.
Keonaran bisa terjadi karena tatanan masyarakat yang saling timpang tindih tanpa aturan diceritakan oleh Maxim G…

Speaker-Listener

Sometime, a good speaker isn’t good “listener”, and vice versa. But, we meet kinda both sometime, a person who have typically good as speaker and listener. “Sometime being a good listener is better than a good speaker,” Anonymous said bravely. “And vice versa,”

Tentang Rupa-rupa Hidup dari Kacamata Pembaca Tanah Tabu

Kehidupan adalah proses. Suatu sore, seorang pembaca Tanah Tabu berujar kepadaku dengan pandangan sayu. Sewaktu kanak-kanak, hidup bebas, tidak memikirkan konflik atau benturan realita rupa-rupa manusia. Di masa kecilnya, ia tidak pernah membicarakan keputusan-keputusan orang lain atau pun membicarakan orang lain dengan penuh kasak-kusuk terhadap pilihan hidupnya. Berbalik dengan apa yang dilihatnya terhadap rupa-rupa manusia di zaman ia telah mencapai usia dikatakan dewasa. Sore ini, ia menceritakan banyak hal tentang perubahan-perubahan yang telah ia alami atau pun dunia yang telah ia lihatnya selama ini. Ini adalah sebuah reminder terhadap diri sendiri, kata pembaca Tanah Tabu kepadaku sore itu. Pembaca Tanah Tabu ini berpendapat, sebaiknya aku tidak boleh menghakimi keputusan orang lain terhadap keputusan-keputusan yang telah dipilih. Hidupnya telah sarat pengalaman. Ia dihakimi, tetap diam. Ia memilih fokus terhadap kebahagiaannya sendiri dan kebahagiaan yang bisa ia bagi-bagikan …

Review Novel: Orang-orang Biasa dan Kejujuran Impian

Image
ANDREA HIRATA telah kembali! Saya akhirnya kembali menemukan nafas Andrea Hirata yang hampir mendekati spirit of life-nya tokoh-tokoh dalam Laskar Pelangi melalui novel dengan jumlah halaman 262 sampai dengan kata tamat. Sebagian besar tokoh di dalam novel ini yakni orang-orang yang di sekitar kehidupan adalah orang-orang yang tidak pernah terpikirakan oleh sebagian dari kamu. Pengangguran terselubung dengan masa lalu yang sederhana nan jauh dari kata glamor. Memikirkan cita-cita saja mereka tidak berani. Jika kamu ingin memiliki kepakaan terhadap sudut pandang orang-orang biasa ini, cobalah sekali-kali memiliki pendekatan humanis dengan tukang sapu jalan yang menghamba kepada pemerintah. Saya yakin, kamu akan mendapatkan segudang cerita kehidupan yang tidak artifisial. Beranikah kamu melakukan hal tersebut tanpa membawa identitas pribadi? Menyoal hal ini saya sarankan jika kamu ingin melihat kehidupan dari sisi secara langsung. Kembali kepada review novel ini. Warna kuning, mencolok. A…