Posts

Showing posts from 2019

Si Tukang Onar, Maxim Gorky

Image
Mendengar kata Onar, saya membayangkan benturan fisik hingga babak belur. Saya mulai bertanya-tanya apa maksud Maxim Gorky menulis cerita pendek Si Tukang Onar ini. Pikiran mengenai penyelaman kehidupan dari kaca mata Maxim terus berkelindan bersama pikiran-pikiran lainnya. Kumpulan cerita pendek Maxim Gorky kali ini diterjemahkan dari judul asli Tales of Italy oleh Eka Kurniawan.

Seperti apakah cerita Onar dari kacamata Maxim? Sehari-hari bisa saja bagi beberapa sebagian orang bertemu dengan keonaran-keonaran di lingkungan keseharian. Atau bahkan tidak sama sekali orang bersinggungan dengan biang onar, termasuk tatanan budaya puritan.
Saat membaca bagian Dendam yang menyebut-nyebut serta kisah Phryne dari Yunani Kono mengingatkan saya akan kisah The Scarlet Letter. Para puritan yang menginginkan tradisi kuno berlanjut justru membawa petaka bagi arti kebebasan manusia sendiri.
Keonaran bisa terjadi karena tatanan masyarakat yang saling timpang tindih tanpa aturan diceritakan oleh Maxim G…

Speaker-Listener

Sometime, a good speaker isn’t good “listener”, and vice versa. But, we meet kinda both sometime, a person who have typically good as speaker and listener. “Sometime being a good listener is better than a good speaker,” Anonymous said bravely. “And vice versa,”

Tentang Rupa-rupa Hidup dari Kacamata Pembaca Tanah Tabu

Kehidupan adalah proses. Suatu sore, seorang pembaca Tanah Tabu berujar kepadaku dengan pandangan sayu. Sewaktu kanak-kanak, hidup bebas, tidak memikirkan konflik atau benturan realita rupa-rupa manusia. Di masa kecilnya, ia tidak pernah membicarakan keputusan-keputusan orang lain atau pun membicarakan orang lain dengan penuh kasak-kusuk terhadap pilihan hidupnya. Berbalik dengan apa yang dilihatnya terhadap rupa-rupa manusia di zaman ia telah mencapai usia dikatakan dewasa. Sore ini, ia menceritakan banyak hal tentang perubahan-perubahan yang telah ia alami atau pun dunia yang telah ia lihatnya selama ini. Ini adalah sebuah reminder terhadap diri sendiri, kata pembaca Tanah Tabu kepadaku sore itu. Pembaca Tanah Tabu ini berpendapat, sebaiknya aku tidak boleh menghakimi keputusan orang lain terhadap keputusan-keputusan yang telah dipilih. Hidupnya telah sarat pengalaman. Ia dihakimi, tetap diam. Ia memilih fokus terhadap kebahagiaannya sendiri dan kebahagiaan yang bisa ia bagi-bagikan …

Review Novel: Orang-orang Biasa dan Kejujuran Impian

Image
ANDREA HIRATA telah kembali! Saya akhirnya kembali menemukan nafas Andrea Hirata yang hampir mendekati spirit of life-nya tokoh-tokoh dalam Laskar Pelangi melalui novel dengan jumlah halaman 262 sampai dengan kata tamat. Sebagian besar tokoh di dalam novel ini yakni orang-orang yang di sekitar kehidupan adalah orang-orang yang tidak pernah terpikirakan oleh sebagian dari kamu. Pengangguran terselubung dengan masa lalu yang sederhana nan jauh dari kata glamor. Memikirkan cita-cita saja mereka tidak berani. Jika kamu ingin memiliki kepakaan terhadap sudut pandang orang-orang biasa ini, cobalah sekali-kali memiliki pendekatan humanis dengan tukang sapu jalan yang menghamba kepada pemerintah. Saya yakin, kamu akan mendapatkan segudang cerita kehidupan yang tidak artifisial. Beranikah kamu melakukan hal tersebut tanpa membawa identitas pribadi? Menyoal hal ini saya sarankan jika kamu ingin melihat kehidupan dari sisi secara langsung. Kembali kepada review novel ini. Warna kuning, mencolok. A…

Filosofi Memanah hingga Impian-impian

Image
“Ayo, mencoba archery,” ajak beberapa teman di Jumat pagi itu. JIKA biasanya aktivitas fisik yang sering dilakukan oleh sebagian orang adalah jogging, fitnes, sepedaan, dan lainnya. Hari itu kami mencoba aktivitas fisik lain yang difasilitasi oleh tempat kami berkarya. Adalah melibatkan konsentrasi, otot lengan, itulah hal yang kami coba, archery, atau memanah.
Kami mencoba, hari itu, di halaman samping kantor yang dikhususkan untuk Archery. Fokus. Kokoh, tidak goyah merupakan hal yang penting dari memanah. Ini adalah kali pertama saya mencoba memanah, pun sebagian besar teman-teman. Ada beberapa cara dasar yang dajarkan oleh senior kami. Secara bergantian kami mempraktikan, sekali praktik ada 3 anak panah yang melecut menuju titik fokus dari jarak sekitar 3-5 meter. Sekitar 1,5 jam kami bergantian menggunakan 2 busur panah. Saat mencoba hal tersebut, ada yang mendekati titik pusat lingkaran, ada yang keluar orbit, dan juga ada yang kelewat dari papan. Masing-masing mencoba tiga kali, s…

Tentang Sosiolinguistik: Pilihan Pembicaraan dan Kebiasaan

Esai ini ditulis untuk mengabadikan percakapan dengan seorang saudara yang pernah memberi saya hadiah buku John Steinback saat ia berkunjung di negara yang belum pernah saya kunjungi.* Penulisan ini mengenai kecenderungan manusia dan pemilihan pilihan dalam hidup. “Tetap berdoa kepada Allah supaya terus dilindungi.” –Budi dalam percakapan. Kamu akan mengetahui Budi mana yang saya maksud, jika kamu benar-benar memahami dunia sastra. Ya, sejak dulu hingga sekarang nama lengkapnya adalah Budi. Budi adalah seorang sastrawan ia memiliki hobi membaca dan menulis beberapa hal yang ia amati dalam kehidupan sehari-harinya. Latar belakangnya berasal dari pergaulan yang tidak membicarakan materi semata dan fisik-fisik rupa kehidupan. Namun, ia pernah menyelami kehidupan malam Jakarta karena ia ingin meneliti rupa-rupa manusia yang sangat kompleks dan beragam. Selain itu, perjalanan kehidupannya juga sangat berwarna. Ia sendiri telah memakan asam kehidupan yang lebih banyak daripada saya, itulah se…

Jembatan Kebahagiaan

Image
ADA banyak cara menakar kebahagiaannya masing-masing. “Lalu apa yang menghubungkan kita dengan perasaaan bahagia?” pertanyaan tersebut tiba-tiba terbersit saat kebanyakan membaca buku-buku dengan judul acak sebulan terakhir ini. Berhubungan dengan orang lain juga bisa menjadi jembatan bahagia pun terkadang saat memiliki kualitas waktu dengan diri sendiri. Adanya komunikasi dengan orang lain merupakan cara lain untuk merasa bahagia. Rasa ini adalah tatanan terdalam dalam filosofi jawa. Hal tersebut aku dapatkan usai membaca anatomi rasa. Rasa, pada dasarnya membicarakan yang tulen, tulus, sejati ke dalam dirinya sendiri. Inilah bagaimana rasa bisa mendapatkan kebahagiaan, bukan tentang hal-hal yang berasal dari pengaruh luar. Dengan adanya komunikasi dengan orang lain itu berbeda halnya. Bagi ku, kesederhanaan adalah hal paling simpel untuk bahagia. Contoh kecil, tiga sahabat karib cukup menikmati waktu luang dengan membeberkan mimpi yang bagi orang-orang lain muskil tapi di mata merek…

Keheningan Parang Jati

Image
KETIKA memasuki toko buku aku mencium aroma wangi dari kertas bertuliskan Anatomi Rasa.  Sebagai editor dari Parang Jati, Ayu Utami meleburkan diri dengan penulis Anatomi Rasa. Jangan hakimi buku dari kovernya, bagi kamu yang melihat kover ini pasti akan terkecoh jika ini adalah novel romance yang mendayu-dayu untuk anak-anak SMA, bukan? Novel sastra ini mengisahkan filsafah dan filosofi dalam tiga bagian. Anatomi yang bagus bagi para pencari jawaban tentang kehidupan. JIka pada umumnya orang-orang tenggelam dalam keriuhan hiruk-pikuk kota dengan harapan mendapatkan segudang harta, materi, kemasyuran. Melalui Antalogi Rasa ini Parang Jati mengantarkan para pembacanya kepada keheningan yang berisi. Kalau kamu nyinyir kepada rasa, periksalah, apakah kamu dipengaruhi oleh bias rasionalisme Barat? Kalau kamu terlalu suka kepada rasa, juga periksalah diri. Jangan-jangan kamu malas berpikir? –Anatomi rasa, Halaman 6. Di sini, Rasa ditinjau dari alam kebatinan jawa. Kata rasa menggambarkan lapi…

Review Novel Ibu Susu

Image
Membaca, bagi saya, adalah proses spiritual yang menyenangkan. Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, itu hal yang wajar.  Dari membaca, saya mendapatkan ilmu kehidupan baru dari sisi yang berbeda, termasuk bacaan fiksi.  Kali ini tulisan fiksi Ibu Susu yang ditulis oleh Rio Johan adalah novel yang akan saya review. 
Berjumlah 202 halaman, Rio Johan mengemas bagus kisah Firaun Theb yang memiliki mimpi mengenai air susu.  Penyajian kisah yang minim dialog di penulisan Rio Johan, jujur saja mengingatkan akan cara Nukila Amal dalam Cala Ibi; minim dialog. Bedanya adalah, jika Nukila Amal dalam Cala Ibi menggunakan diksi-diksi dan metafora yang membuat kulit jidat berkerut, Rio Johan berbeda. Alurnya mengalir tanpa metafora.  Hal ini, membuat penikmat buku semakin senang, karena bisa memahami dengan nyaman.  Dikisahkan, pada awalnya, Firaun Theb bermimpi terkait susu. Kala itu, putranya sedang mengalami bala.  Air susu Ibu Agung sudah tidak keluar usai menyusui tiga bul…

Selatan Kabupaten Tegal, Ada Surga Tersembunyi di Perbatasan

Image
Setiap Kota memiliki landmark masing-masing. Biasanya, landmark tersebut dikelola oleh Pemerintah setempat, hingga gaung pemasarannya didengar oleh Masyarakat.  Dok Pribadi/ tiket masuk Rp 5.000/ orang 
Seperti di Semarang, ada Kawasan Kota Lama. Yogyakarta terkenal dengan Malioboro-nya. Hingga kata orang-orang belum ke Yogyakarta jika tidak bertandang ke Malioboro.  Bagaimana dengan alam yang berada di perbatasan? Adakah para traveller sempat mendengar namanya? 
Di daerah Pantura misalnya. Ada apa di perbatasan Kabupaten Tegal-Brebes? Bagi traveller dari luar Kota pasti kurang familiar dengan nama Bukit Baper, tentu hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kami penikmat alam yang masih alami.  Bukit Baper terletak di sisi selatan Kabupaten Tegal, daerah perbatasan Kabupaten Tegal - Brebes.  Kekayaan alam di sisi selatan Slawi memang tidak terkira, ditunjang dengan letak geografis yang mempuni. Jika Guci menjadi landmark Slawi, bagaimana dengan Cempaka, dan kawasan Bumijawa? Bak su…

Triliun Kesunyian

Image
Fiksi ini diabadikan untuk mengenang pikuknya Kota Semarang* 

Ketika laju kendaraan berhenti di perempatan lampu merah di sudut Kota Semarang, suara sirine ambulans memekakan telinga. Beberapa pengendara roda dua, berboncengan, mereka menerobos sisi kiri jalan. Terpaksa kendaraan di depan melaju meski lampu berwarna merah. Pengendara roda dua di depan ambulan tersebut seolah dikejar waktu. Pembonceng mengibarkan bendera kecil berwarna kuning.  Masih meraung. Panas menyengat. Namun kali itu aku hanya menjadi penonton kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang tersebut.  Aku berada di sebuah ruang. Di sini orang-orang sibuk bercengkrama dengan lawan bicaranya masing-masing. Ada yang sibuk dengan gadgetnya, mengantre pesanan makanan, atau pun hanya melamun saja.  Aku berada di lantai dua. Pemandangan di sini sangat strategis, aku bisa melihat lalu lintas di perempatan, patung Warag Ngendok, dan tentu beberapa orang-orang yang ada di sekelilingku.  "Kenapa supir ambulan terkadang tidak…

Babak Baru Setelah Tribun Jateng

Image
Diterima baik-baik, keluar juga harus izin dengan baik. Semoga talisilaturahmi ini tidak putus.  Itulah kalimat yang terngiang di telingaku, ketika aku dan dua rekan di Tribun Jateng memutuskan resign karena diterima di instansi pemerintahan. Angkatan kami 11 orang, tahun ini 1 orang keterima beasiswa di Asia University Taiwan, 3 orang lolos seleksi nasional aparatur sipil, 1 orang pindah ke grup kompas lain, tinggal berenam. Dan akan selalu berkesan.  Aku bersyukur diberi kesempatan hidup mengenal kalian.  Bagaimana pesan-kesan Pimpinan Redaksi, Manager kami, hingga para kawan saat mengetahui kami akan meninggalkan "rumah berkarya" selama lebih dari setahun ini?  Suci Rahayu dan aku memutuskan untuk pamit secara resmi kepada Kantor di 28 Januari 2019.  Pimpinan  Redaksi Tribun Jateng Cecep Burdansyah, Manager Cetak Iswododo, dan para kawan yang berkarya di Tribun Jateng mengantarkan seuntai pesan-kesan selama kami berkarya di Media yang besar itu, bagian dari Kompas Gramed…

Escape in Hiden Paradise Telogo Ranjeng

Image
I want to write about some story when I was in a due in Tegal and Slawi as a journalist. Its about a journey when I visit the borderline of Kabupaten Tegal and Kabupaten Brebes. There are several place that I never forget, such as Telogo Ranjeng. I have a due in Tegal about 6 month, before my office taking me back to handle Kota Semarang (again) in 2017.  Telogo Ranjeng is only about a 120- minute from Kota Tegal by motorcycle. However, Telogo Ranjeng offers a totally secret place, making traveler escape for backpackers. 
The peaceful journey I spent my day off exploring the border line of Kabupaten Tegal and Kabupaten Brebes, which is usually people never heard before, actually people familiar with Pantai Pulau Kodok, Pantai Alam Indah, Guci, Cacaban Lake for destination in Kota Tegal and Kabupaten Tegal. How about Sigedong, Sirampog, Sigeong, Paguyungan? In my day off on that day on Sunday, I woke up early at 5 a.m. I was greated by a message from a friend, he will pick me up at 7 …

Review Buku Albert Camus: Orang Aneh

Image
Sebagai sastrawan, Albert Camus selalu menghadirkan tulisan yang menggelitik pembacanya. Tokohnya selalu unik.  The Stranger, yang telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Orang Aneh adalah satu di antara beberapa karyanya.  Novel ini aku beli dengan harga yang lebih rendah dibanding jika di toko buku, waktu itu di bulan Januari, Gramedia Pandaran memiliki even Gramedia Fair 2019.  Orang Aneh tertera dibandrol Rp 30.000, sedangkan novel fenomenal dikalangan anak Sastra Inggris dan para penikmat sastra yang berjudul Scarlet Letter dibandrol Rp 25.000.  Bandingkan dengan kamu yang nongkrong di kedai kopi, cost-nya tinggian nongkrongmu bukan?  Orang Aneh adalah novel yang menyadarkan kita akan situasi-situasi sosial masyarakat yang bisa dirasakan sampai sekarang. Contoh kondisi masyarakat yang ada sekarang yakni lebih pandai menjadi pembicara ataupun penghakiman kurang bijak alih-alih pendengar dan penasihat yang bijak. Itulah yang secara umum digambarkan Albert Camus di …

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Image
Intan Andaru, seorang dokter yang memiliki hobi menulis ini mengisahkan fiksi yang terinspirasi dari tragedi Banyuwangi 1998 yang ia tuangkan dalam  novel fiksi Perempuan Bersampur Merah.  Ada tragedi apa di Banyuwangi pada tahun tersebut? 
Jika kita mendengar Banyuwangi, identik dengan dukun, santet, dan lainnya.  Hal-hal mistis seperti itu masih menempel kuat. Namun, aku hanya mengetahuinya dari mulut ke mulut saja hingga saat ini.  Lalu, bagaimana dengan tragedi Banyumas 1998? Jika kita googling Banyuwangi 1998, akan muncul lima link teratas satu di antaranta yakni Pembantaian Banyuwangi 1998 Wikipedia, coba kamu baca itu dulu, ingat? Di tahun 1998, aku masih kelas 3 Sekolah Dasar. Aku pada waktu itu seusia Sari mungkin.  Sari adalah tokoh utama dengan sudut pandang "aku".  Di Novel Perempuan Bersampur Merah mengingatkan pembaca akan tragedi tersebut.  Melalui tokoh Sari, Rama, Ahmad, dan lainnya, pembaca menemukan kilas balik sejarah menolak lupa pada masa itu.  Berikut…

Buruh Tani Kol Brebes, Tersenyum Dalam Kesederhanaan

Image
PAGI, sekitar pukul 09.00 WIB hari Minggu 8 April 2018 di perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, langit tampak berawan.  Unitas alam saling melengkapi pagi itu, kicauan burung, gemericik mata air murni dari bukit-bukit, dan tatanan alam yang sangat hijau menjadi teman perjalanan kami saat memasuki kawasan Bojong ke atas.  Ya, Margaretta Pita dan aku memutuskan pagi itu tak hanya sekedar ongkang-ongkang kaki.  *Sabtu Malam Sebelum Keberangkatan* "Aku Minggu libur lho Pita, liputannya. Gabut besok," Sabtu malam kami di Slawi yang penuh kegabutan.  "Ayok besok ke CFD," celetuk Pita.  "Halah ntar kalau bangun siang gimana?" balasku. "Kalau jadi aku ke gereja Sabtu ini," terang Pita.  Keberangkatan kami untuk CFD di Kota Tegal di hari Minggu diawali dengan drama malam hari: Bisakah kita bangun subuh?  Niat adalah niat. Pukul 05.30 WIB kami bertolak dari Slawi - Tegal. Jogging.  Usai itu kami memutuskan untuk ke Bukit Baper di perbatasan Kab…