350 ml Kehidupan dalam 8 Menit

DARAH. Komponen penting dalam manusia. Mulai dari mengangkut oksigen dalam tubuh, dan lainnya. 

13 Desember 2018: 
Hb 13,5
Tekanan darah 110/ 70 
Dengan bekal fisik tersebut saya dengan bahagianya menuju pintu pengambilan donor di PMI Kota Semarang. 
Inilah kisah donor darah kedua saya. 
Bahahia dan relax adalah kunci memudahkan berdonor. Niat tentu menjadi kunci paling utama sebelum menginjakkan kaki di kantor PMI Kota Semarang. 
"Kenapa, mas?"
"Ini, pas ditusuk ototnya mbak ikut mundur-mundur," 
"Wah aku udah mulai jarang olahraga iku," 
"Ya, perempuan ta, kan ada siklus menstruasinya juga," 
Donor kedua saya berjalan lancar. Hanya dalam 8 menit, 350 mili darah telah siap diolah dan semoga bermanfaat untuk orang lain. 
Donor darah pertama saya berjalan cukul alot yakni butuh waktu 21 menit untuk memenuhi kantong darah dengan volume 350 mili. 
Kenapa demikian? Saya punya tips, pertama bahagia. 


Berbahagialah, hari ini rasa bahagia tersebut membuat fisik saya lebih kuat. Bukan berarti di donor pertama saya bahagia itu menyurut namun kala itu saya deg-degan tak kuran, selain karena waktu itu pendingin ruangnnya terlalu kencang. 
He-he pembuluh vena saya menyempit. Kala itu juga memerlukan waktu sekitar 20 detik untuk menunggu darah keluar usai jarum suntik menghubungkan vena dengan selang.
Hari ini berkebalikan, saat telah siap semua darah langsung mak bres lancar, dalam 8 menit sudah menghasilkan 350 mili. 
Perasaan bahagia yang berlebih memperlancar semua. Terlebih memikirkan kenangan yang paling berkesan
Ini tips sebelum berdonor, usai niat yang kuat:
1. Jaga pola hidup 
Mulai dari tidur 5-8 jam sehari, konsumsi sayur dan buah, olahraga rutin sesuaikan dengan kondisi tubuh. 
Hal tersebut jika dilakukam rutin, pengecekan kesehatan sebelum donor tentu sangat menggemberikan. 
2. Makan sebelum Berdonor 
Makanlah, makan nasi dengan cukup bersama lauk pauk satu jam sebelum berdonor. 
Ini membantu memberimu tenaga yang lebih.
3. Minum air mineral dan susu
Nah sebelum berdonor dan menuju spot pemeriksaan kesehatan alangkah baiknya minum mineral dan susu secukupnya. 
4. Berbahagialah! 
Perasaan bahagia yang secara medis disebabkan karena hormon endorphine ternyata bermanfaat bagus untuk fisik. 
Di donor kedua saya perasaan tersebut sangat kuat dan bermanfaat baik untuk pengecekan fisik. 
Ya itulah sekelumit kisah yang bisa saya bagi usai berdonor di donor kedua saya. 
Mengenai titik balik kenapa saya berdonor, bisa dibaca di sini. 
Pengalaman ini tentu akan berbeda dengan kamu yang sudah pernah melakukannya. Karena saya percaya setiap orang akan memiliki kisahnya tersendiri mengenai pengalamannya berdonor. 
Semarang, 13 Desember 2018. 
Salam, Kingkin. 

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan