Posts

Showing posts from December, 2018

Review Novel Semua Ikan di Langit Bareng Radite Canaleta

Image
Hai, selamat menikmati kalimat-kalimatku. Kali ini aku akan mereview novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit.  Ini adalah novel ketiga Ziggy yang aku baca, sebelumnya aku telah menamatkan Di Tanah Lada dan Jakarta Sebelum Pagi.  Bahasa Ziggy begitu fresh, dan jujur saja ketagihan dengan karya novelnya yang lain. 
Jika Di Tanah Lada menjadi pemenang II pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014, Semua Ikan di Langit karya Ziggy ini menjadi pemenang I di Sayembara Novel DKJ 2016.  Selamat Ziggy, sangat bermanfaat. Entah kenapa sejak membaca Di Tanah Lada aku sudah menduga jika Ziggy memiliki cara pandang hidup yang dalam dengan kebijaksanaannya. Duile.  Karyanya matang, mudah dicerna, serius, sedih, tapi juga bikin tertawa.  Apalagi di Novel Jakarta Sebelum Pagi, banyak sindiran yang tepat sasaran.  Bagaimana dengan Semua Ikan di Langit? Pertama kali mendengar judulnya jidatku berkerut. Apa ini? Aku buka halaman pertama semakin berkerut?  Dalam hati aku bertany…

Review Buku Fahrenheit 451, Ray Bradbury

Image
Bagi penikmat buku membaca membuka cakrawala seluas-luasnya. Bahkan dengan membaca seolah-olah mereka masuk ke dalam pikiran penulis dan bisa merasakan emosi yang ditawarkan. 
Ray Bradbury, membalut kisa seorang pemadam kebakaran dalam intimasi dengan buku yang amat erat.  Penulis berkebangsaan Amerika Serikat yang telah mangkat pada 5 Juni 2012 ini membuat saya teringat akan buku-buku di Indonesia pada masa Orde Baru yang tidak boleh beredar. Buku tersebut dilenyapkan, tak boleh seorangpun membaca. Termasuk sajak-sajak kritis para penyair yang kala itu dianggap komunis.  Apa salah dalam isi buku tersebut?  Apakah pemerintah pada masa itu anti kritik?  Mengkritik dengan cara yang benar sebenarnya membantu pemerintah menyelesaikan masalah, setidaknya ingin maju bersama dan memperbaiki keadaan yang lebih baik lagi daripada yang lampau. Ray mengisahkan tentang pekerjaan Guy Montag yang berkaitan erat dengan pembakaran buku.  Ada alat yang digunakan sebagai mata-mata, mulai dari anjing y…

350 ml Kehidupan dalam 8 Menit

Image
DARAH. Komponen penting dalam manusia. Mulai dari mengangkut oksigen dalam tubuh, dan lainnya. 
13 Desember 2018:  Hb 13,5 Tekanan darah 110/ 70  Dengan bekal fisik tersebut saya dengan bahagianya menuju pintu pengambilan donor di PMI Kota Semarang.  Inilah kisah donor darah kedua saya.  Bahahia dan relax adalah kunci memudahkan berdonor. Niat tentu menjadi kunci paling utama sebelum menginjakkan kaki di kantor PMI Kota Semarang.  "Kenapa, mas?" "Ini, pas ditusuk ototnya mbak ikut mundur-mundur,"  "Wah aku udah mulai jarang olahraga iku,"  "Ya, perempuan ta, kan ada siklus menstruasinya juga,"  Donor kedua saya berjalan lancar. Hanya dalam 8 menit, 350 mili darah telah siap diolah dan semoga bermanfaat untuk orang lain.  Donor darah pertama saya berjalan cukul alot yakni butuh waktu 21 menit untuk memenuhi kantong darah dengan volume 350 mili.  Kenapa demikian? Saya punya tips, pertama bahagia. 

Berbahagialah, hari ini rasa bahagia tersebut mem…