Review Buku Like Water for Chocholate

JIKA Pram bilang menulislah jika tidak ingin tenggelam dalam peradaban, maka Laura Esquile menghadirkan tokoh novel yang akan mengajari keabadian melalui resep makanan yang digunakan turun-temurun.
Laura Esquile menghadirkan romansa khas Amerika Latin.
Bumbu cinta dan deskripsi yang pas. Ditambah dengan penggerak resep makanan.
Dok Pribadi


Novel dengan judul Like Water for Chocholate ini memiliki alur yang sangat tidak bisa diduga. 
Menghadirkan sosok Mama Elena yang memiliki rahasia cinta sendiri. Hingga ia memiliki tradisi anak perempuan terakhir tidak boleh menikah. 
Tita adalah sosok itu. Ia wajib mengurusnya hingga ia tua dan mati. 
Di tengah dan ending baru ada penegas asal-usul yang menyayat pembaca kenapa sampai ada tradisisi tersebut?
Tradisi ini bahkan menurun ke generasi ketiganya, Ezperansa. Namun, Tita telah merubah segala-galanya.
Awal novel ini mengisahkan ketika Tita mengungkapkan akan ada seorang lelaki yang mencintainya akan datang melamar. Pedro namanya. 
Justru Mama Elena malah mewajibkan Pedro menikah dengan kakak Tita.
Pernikahan itupun terjadi. Beberapa kejadian sempat membuatku kesal kepada Pedro, Elena, dan Kakak Tita -Rosaura. 
Novel dengan tebal 256  halaman ini, mengenalkan arti kehidupan. Saat masa Tita terpuruk karena keadaan.
Hal ini sebenarnya menimbulkan tanda tanya, terlebih saat Rosaura melahirkan anak pertamanya, Roberto justru payudaranya tidak mengeluarkan air susu, sebaliknya, air susu Tita berlimbah. 
Di ending, bahkan masih terbersit dipikiranku? Pernikahan mereka berdua hanya sebagai pajangan? Itu anak Tita/ Rosaura? 
Penderitaan Tita yakni saat mengetahui Roberto meninggal. Ia gila. Hingga muncul sosok dr. Brown. 
Hal yang telah padam dalam hidup Tita kembali terpercik, namun redup kembali, dan terpercik kembali. 
Ini adalah novel yang bagus untuk dibaca. 
Mengenai tradisi keluarga Mama Elena merupakan sebuah aib besar yang akan terputus pada mata rantai generasi ketiga. 
Tita benar-benar menjadi sosok manusia pada umumnya, selain sisi ia bisa memasak resep-resep yang membuatnya abadi dari masa ke masa meski kelak ia tiada, hingga ia hampir merelakan Pedro, ataupun kembali melepaskan kesempatan untuk membuka lembaran hidup baru.
Cinta dan pernikahan adalah sesuatu perpektif.
Sekarang bisa bilang sayang, cinta. Apakah akan melakukan hal yang sama jika pasangan kita mengungkapkan hal-hal kelam masa lalu? John menerima itu semua untuk Tita. 
Ada peluang kebahagiaan baru, karena di manapun kita berada, Tita telah memberikan pelajaran, keputusan kita dalam bersikap adalah penentu utama.  
Ada beberapa percakapan yang sangat menjadi favoritku, jika boleh aku tulis ulang satu di antaranya yakni percakapan antara Tita dengan saudaranya, Gertrudis. 
"Dan, katakan, apakah Rosaura sudah tahu?"
"Tidak, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya jika ia tahu yang sebenarnya."
"Yang sebenarnya! Yang sebenarnya! Dengar, Tita, yang sebenarnya adalah kebenaran itu tidak ada. Semua itu tergantung sudut pandang seseorang. Sebagai contoh, dalam kasusmu, yang sebenarnya Rosaura menikah dengan Pedro, tanpa menunjukkan pengertian ataupun kepedulian sama sekali bahwa kau mencintai pria itu, itulah yang sebenarnya, bukan?" 
-halaman 195- 
Skala 1-5 novel ini dari sisi alurnya kuberi nilai 4,9, dan kuberi bocoran, novel ini sangat bagus untuk dibaca! 
Sedang hujan, 6/11/2018

Comments

Popular posts from this blog

Terima Kasih Mbak Gojek

Eksistensi Saminisme Suku Samin di Tahun 2018

Review Buku Pergi, Sebuah Akhir Membawa Ke Awal Baru