Review Film Mission: Impossible Fallout

Tom Cruise menjadi pemeran utama film ini. 
Satu kata yang menggambarkan laga Tom: Berani.
Meski saya bukan penggemar fanatik Tom, melihat totalitas lelaki kelahiran 56 tahun silam ini  saya akui sangat  sungguh-sungguh, keren.
Saya tidak akan membicarakan teknik film ini, karena saya tipikal penikmat pertunjukkan.
Saat memasuki bioskop satu di sebuah pusat perbelanjaan, saya sedikit agak ingin membentak kepada beberapa pengunjung yang berisik di sken-sken tertentu. Misal, di sken awal saat Tom Cruiese mendapat tugas untuk menemukan bom tersebut. 
Mereka tidak menjerit, melainkan sharing kepada teman-temannya satu deret. 
Come on man, kita lagi menikmati film! 
Untungnya di bangku belakangku langsung ber sssssst. Sebelum saya ingin menegurnya. (Lol) 
Back to review. 
Secara umum mengisahkan penyelamatan dunia dari kehancuran, yakni dari bom. 
Pencipta bom  beranggapan jika penderitaan adalah kebahagiaan. Perspektif orang-orang yang berbeda dalam menanggapi kebahagiaan hidup menjadikan film ini bagus untuk ditonton.
Di dunia nyata pun, masih ada pemikiran jika bom menyelesaikan masalah. 
Masalah apa? siapa? Siapa yang memiliki kepentingan di sini? 
Dok Pribadi/ kingkin

Selain laga, Tom juga menunjukkan sisi-sisi lelaki pada umumnya. 
Kasih sayang dan cinta. Ia bersama Julia telah berpisah. Perpisahan ini terjadi karena Tom yang berperan sebagai Ethan tidak ingin Julia menjadi sasaran orang yang ingin balas dendam dengannya. 
Bagian yang paling membuat saya deg-degan yakni kala Ethan dan kawannya melompat dari pesawat di Perancis. 
Pesan yang apik disampaikan dalam film ini, pun dengan politik kehidupan. 
Seseorang bisa saja bermusuhan dengan A, namun karena suatu hal akan menjadi sekutu. 
Politik kehidupan sering terlihat pada sken saat bertemu dengan perempuan yang menjadi broker bersama para anak buahnya. Di sini masih ada kemisteriusan, di seolah-olah nampak bagi orang yang memiliki kepentingan ia akan selalu memberikan hal-hal yang menguntungkan kelompoknya. 
Dengan durasi sekitar dua jam, pesan yang sarat akan perdamaian tercermin dalam film ini. 
Meski endingnya happy ending, masih ada beberapa celah alur yang bisa dijadikan lanjutan ke film selanjutnya. 
Rekomen untuk ditonton di akhir pekan, 1-5, saya beri nilai 3,5

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Review Novel Perempuan Bersampur Merah: Apakah Kamu Ingat Pembantaian Banyuwangi 1998?

Review Novel Gadis Pesisir: Rahasia Mata seorang Gadis yang Kelaparan