Posts

Showing posts from August, 2018

Kepada Hidup

Image
Semesta tak pernah berhenti memperlihatkan kehidupan  Kehidupan melaju, pagi - malam dan terus berotasi 
Mata tak pernah buta melihat keangkuhan pencongkak, tak pernah tuli mendengar rintihan para tuna.  Melaju bersama kata-kata, membebaskan kemerdekaan diri sendiri  Penghuni semesta tetap membebaskan ruah-ruah kata  Dengan cepat aku tuliskan,  Waktu adalah penguji Seberapa jauh kata-kata terjelma menjadi kehidupan abadi? Semarang, 20/8/2018

Ruang

Image
DI sela-sela membaca buku, gadget menjadi satu di antara sekian hal, sebagai pengisi waktu jeda. 
Aku tertunduk, melihat beberapa teman yang update status melalui whatsapp. Ada beberapa teman yang sebenarnya ke-update-annya aku rindukan. Well, karena mereka irit kata dan tak suka update-update hal pribadi di media sosial, tapi sekali ngobrol omongan mereka selalu menginspirasi.  Ada ruang dalam kehidupan ini yang tanpa menghakimi saling mengerti.  Seperti, aku dan buku. Seperti kamu dan buku. Seperti kita.  Ruang-ruang ini tercipta dari benang-benang tipis yang kelak mungkin bisa menebal.  Kisah-kisan tentang kehidupan yang jauh dari kepongahan serta rasa bertinggi-hati.  Semarang, 8/8/2018

Mimpi

SAKING mikirin tentang suatu hal atau teringat dengan seseorang ataupun beberapa orang belakangan ini, tadi malam apa-apa saja yang saya pikirkan muncul dalam mimpi.  Termasuk teman diskusi ku mengenai buku. Wajahnya jelas, tersenyum. Lalu aku bangun, eh sudah pagi.  Apakah ini yang dinamakan rasa kangen yang tak terucap dan tersampaikan?  bisa jadi aku sedang kangen berdebat tentang buku dengannya.  Paling aneh lagi, ini seperti dejavu.  8/8/2018 

Review Buku Pergi, Sebuah Akhir Membawa Ke Awal Baru

Image
PERGI merupakan skuel buku kedua Pulang. Tere Liye, buatku berpendapat jika ia adalah penulis yang penuh kejutan, bisa jadi akan ada skuel ketiga buku ini, bukan?  Pergi memiliki banyak sekali definisi, Tere Liye meracik cerita Bujang pergi ke suatu tempat yang akan ia sebut sebagai rumah.  Usai ia meninggalkan alias pergi dari hal yang selama ini ia perjuangkan. 
Meski ia harus melalui perjalanan panjang menuntaskan dendam untuk Keluarga Tong dan teka-teki Ayahnya sendiri  Di awal cerita, Bujang bersama Kiko-Yuki, Solonga, dan lainnya melakukan perjalanan ke negara-negara penguasa shadow economy untuk mencari tahu siapa saja sekutunya. 

Kita sering melihat para konglomerat hidup kayaraya tanpa bekerja "keras", tersohor sejak dalam pikiran memiliki usaha transportasi, properti, dan sektor bisnis lainnya.  Bujang menjadi tokoh sentral penyelesai masalah keluarga Shadow Economy yang menukik Kelurga Tong.  Perlu diingat kembali di novel sebelumnya, Pulang, ada tokoh penghianat,…

Nyasar ke Grapari Si Merah Jalan Pahlawan Semarang

Image
KOMINFO mewajibkan setiap pengguna gawai untuk meregistrasikan kartunya dengan syarat-syarat tertentu, semisal maksimal tiga kartu setiap provider dan lain sebagainya. Belum lama ini, aku ingin berpindah nomor paketan.  Di gawaiku ada dua simcard, satu untuk paketan (yang tentatif kadang statusnya habis-buang), dan satunya simcard si merah yang sejak dulu menjadi nomor mandatory.  Dengan percaya dirinya aku meregistrasi kartu baru untuk paketan, dengan menginput no.kk, no.ktp dan balasannya cukup bikin ber-heeeeeeeuh.  Menarik nafas agak panjang. "Maaf anda tidak bisa melakukan registrasi blabla,"  Reflek aku langsung bertanya kepada Mbak-mbak penjaga konternya (ini terjadi di Hari Jumat). "Wah mbak berarti kamu sudah registrasi lebih dari dua nomor untuk NIK-mu,itu pakai nomor yang sebelumnya ya?" jelas mbak-mbak konter. Hah? Masak? Batinku.  Aku coba otak-atik, atak-utuk, aku unreg nomor voluntaryku "habis-ganti", sesuai prosedur, tetap tidak bisa. Lalu…

Review Film Mission: Impossible Fallout

Image
Tom Cruise menjadi pemeran utama film ini.  Satu kata yang menggambarkan laga Tom: Berani. Meski saya bukan penggemar fanatik Tom, melihat totalitas lelaki kelahiran 56 tahun silam ini  saya akui sangat  sungguh-sungguh, keren. Saya tidak akan membicarakan teknik film ini, karena saya tipikal penikmat pertunjukkan. Saat memasuki bioskop satu di sebuah pusat perbelanjaan, saya sedikit agak ingin membentak kepada beberapa pengunjung yang berisik di sken-sken tertentu. Misal, di sken awal saat Tom Cruiese mendapat tugas untuk menemukan bom tersebut.  Mereka tidak menjerit, melainkan sharing kepada teman-temannya satu deret.  Come on man, kita lagi menikmati film!  Untungnya di bangku belakangku langsung ber sssssst. Sebelum saya ingin menegurnya. (Lol)  Back to review.  Secara umum mengisahkan penyelamatan dunia dari kehancuran, yakni dari bom.  Pencipta bom  beranggapan jika penderitaan adalah kebahagiaan. Perspektif orang-orang yang berbeda dalam menanggapi kebahagiaan hidup menjadika…

Dilarang Tergesa-gesa

Image
Ada barista tanpa nama, ia melayani pembeli dengan senyum tulus Itu persepsimu.  Gemerisik racikan kopi ia aduk satu persatu  Itu akan menjadi kopi pertamamu Usai kamu berhenti meminum kopi lima tahun lalu  Segela sesuatu yang beraw tergesa-gesa akan berkahir buruk  Itulah mitos yang kamu ciptakan sendiri di alam bawah sadarmu  Barista memanggil namamu sesuai yang kamu tuliskan sejak awal "Ini coklat kopi?" tanyamu Kamu takut meminun kopi buatan barista yang tak kamu ketahui namanya itu  Lali lalu kamu hanya mampu memandanganinya,  Berdiam, menahan, jangan tergesa-gesa Waktu akan menjawabi semua  3.8.2018

Di Kaki Sigedong

Image
Mengendap Dalam Ingatan Dingin. Berkabut. Licin Kudengar suara burung berkicau merdu, menemani petani kubis, wortel, kentang menyiangi tanaman di kaki bukit Sigedong.  Hawa dingin merambat. Dari ujung kaki, hingga menelusup di balik hati.  Bagi yang tidak terbiasa dengan hawa dingin, jaket tebal, sarung tangan, kaus kaki, dan syal adalah syarat utama untuk bisa lebih nyaman berada di dataran tinggi Kabupaten Tegal.  Aku tidak pernah menyangka di Kabupaten Tegal memiliki banyak potensi alam yang masih alami, bahkan kusadari masih ada yang belum terjamah manusia. Sore itu, usai hujan. Ini bukan kali pertama aku berkunjung ke Sigedong. Satu kawasan yang luar biasa menyejukkan.  Kalau tidak salah mengingat, kali pertama aku ke Sigedong yakni di Curug Cantel pada bulan Februari. Di bulan itu, aku masih tinggal di Kota Tegal.  Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan Margaretta Pita di Slawi. Kami sama-sama perantau di Kabupaten Tegal kala itu dan satu kos.  "Besok jogging yok Pit? Ke C…

Dunia Anak-anak dan Kekerasan

Image
Review buku ini saya tujukan kepada anak-anak, calon orangtua, hingga orang tua yang masih memiliki anak-anak. Semoga kehidupan mereka selalu diselimuti dengan cinta.  Judul buku : Dunia Duniya  Penulis : Dewi Sartika  Penerbit : Grasindo  Tebal : 183 
Buku ini mengisahkan cerita masa kanak-kanak Duniya dan teman-teman masa kecilnya.  Duniya baru berumur 10 tahun kala itu, Dewi Sartika berhasil membuat saya mengangguk-angguk.  "Iya-ya. Benar. Dunia anak-anak ada yang seperti itu, mereka mendapatkan kekerasan verbal maupun fisik dari orang terdekat mereka," batinku.  Saat Duniya tidak bisa mengerjakan matematika ia ingin sekali guru mengajarinya. Namun saat ia mendekat ke arah gurunya, seolah-olah ia adalah anak yang bodoh.  Di rumah, saat Duniya tidak bisa mengerjakan PR ataupun saat orangtua mereka tahu nilai ulangannya jelek gesper ikat pinggang ayah Duniya adalah hadiahnya. Saya jadi mengenang masa kecil saya, meski tidak ada kekerasan fisik yang saya dapat tapi saya per…

Review Buku Kambing dan Hujan: Cinta yang Plural dalam Kehidupan

Image
SEBAGAIMANA mencintai, satu kata kerja yang dilakukan oleh seseorang akan terasa pedih saat tak bisa memiliki apa yang ia cintai. Atau pun menjadi yang dicintai namun tak mencintai, ketika sama-sama tak bisa menolak peluang lain karena perbedaan. Klise seperti perbedaan kepercayaan, negara, dan lain-lain yang berbeda menjadi satu alasan seseorang melakukan pertimbangan mencintai seseorang.  Apakah cinta butuh ditimbang? Apakah cinta bisa dipegang?  Tentu kata kerja ini tak pernah terlihat, namun terasa.  Saling pengertian meski berbeda itulah yang digambarkan tokoh-tokoh yang ditulis oleh Mahfud Ikhawan.  Saya membeli novel dengan tebal 379 halaman ini di Bulan Mei dan selesai membaca sekitar bulan Juni.  Cara membaca marathonku terputus-tupus namun itu tetap saja menyenangkan.  Novel yang menjadi Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014 ini mengharibiru. Jika kamu mau menganggap saya cengeng, silakan. Saya sempat hampir menangis manakala sampai bagian Miftah datang ke wisuds Fauzia.  Dua se…

Review Buku Orhan Pamuk: The Red-Haired Woman

Image
Ini merupakan karya Orhan Pamuk yang kedua kalinya saya baca dalam balutan bahasa Indonesia, dengan kata lain terjemahan dari bahasa aslinya.  Penulis kelahiran Turki ini mendapatkan berbagai penghargaan atas tulisan-tulisannya. Satu di antaranya yakni IMPAC Dublin Literary Award pada 2003 atas karyanya yang berjudul My Name Is Red.  Masalah Orhan Pamuk lebih detai lagi, teman-teman bisa googling lebih dalam.  Kali ini saya bakal mengulas sedikit terkait novelnya yang tebal 341 halaman ini. 
The Red-Haired Woman pertama kali terbit dengan judul Kirmizi Sacli Kadin, diterjemahkan oleh penerbit Alfred. A. Knopf, New York dengan judul The Red-Haired Woman pada tahun 2017.  Pada tahun 2018 awal, Bentang Pustaka menerjemahkan novel Orhan Pamuk ini dengan baik.  Menyiksa. Bagi saya sebagai tokoh "aku" yang dihadirkan sejak awal membuat saya penasaran, siapa dia?  Hingga saya tidak sadar, sejak awal di beberapa bab pertama belum disebutkan siapakah sebenarnya tokoh aku.  Hingga di…