Terima Kasih Mbak Gojek

Perempuan dan gender sering menjadi isu yang hangat. Apalagi, jika dibanding-bandingkan dengan lelaki.
Yang kupamahi hanya satu tingkat iman di mata Sang Pencipta, yakni sama saja.
Jadi, aku rasa tidak ada salahnya, ada pengendara gojek perempuan.
Hari ini, ada kejadian kecelakaan di Gunungpati. Saat kejadian, aku sedang servis motor di daerah Banyumanik.
Aku butuh saksi mata untuk melengkapi data-data yang ada.
Aplikasi gojek-ku pun kali ini memiliki peran penting, looking driver.
Aku menuju TKP menggunakan jasa gojek.
Dalam hati aku penasaran, saat mengetahui driver gojeknya bernama perempuan, seperti apa ya kalau mengendarai? Apa bedanya dengan lelaki?
Waktu tungguku tidak lama, 10 menit.
Ia asal Temanggung.
Sebelumnya aku sudah chat via aplikasi gojek jika aku akan ke tempat kejadian perkara kecelakaan di daerah menuju Unnes.
Singkat cerita, ia mencar lokasi tersebut dengan kecepatan yang lumayan kencang. Sampai di tanjakan yang diinformasikan lokasi sudah steril.
Sempat beberapa kali aku meminta berhenti dan tanya kepada beberapa warga sebelum sampai di tanjakan tersebut terkait kejadian kecelakaan.
"Di mana tanjakan ini? Ada kabar kecelakaan ibu-bapak mendengar?"
Hingga akhirnya kami menemukan lokasi yang dimaksud dan bertemu dengan saksi-saksi.
"Mbak aku selesaikan dulu ya, requestnya. Selesai," tawar Mbak gojek kepadaku. Kala itu aku bercerita, wah nanti kalau aku pulang cari gojeknya susah.
Ia menawarkan diri menemaniku liputan.
Singkat cerita, mbak gojek malah menemaniku liputan.
Kami bertemu dengan kernet pick up yang memuat gas elpiji yang tak kuat menanjak, syukurlah tanda kejadian masih ada jejaknya.
"Udah ketemu saksi Mbak?" tanya Mbak Gojek.
Ia tidak bertanya macam-macam terkait profesi apa yang aku jalani, sepertinya secara tidak langsung ia mengetahui melalui nametag yang kala itu aku pakai.
Hampir setengah jam dia menungguiku dengan sabar. Meski ia menunggu di kendaraan rasanya terima kasih tak akan cukup mengapresiasi waktu yang ia luangkan.
Bagi beberapa yang masih membeda-bedakan gender dini hari ini, rasanya perlu belajar dari perempuan gojek ini.
Jika dibandingkan dengan driver laki-laki, hampir sama pelayanan yang mbak tadi berikan.
Nyaman dan mengutamakan keselamatan.
Bahkan saat ada kelebihan ketika aku bayarkan ongkos atas jasanya, ia tetap mengembalikan.
Jujur saja, hal ini malah terbalik dengan beberapa oknum tukang parkir ataupun beberapa ojek daring yang aku temui.
Sering kali aku bertemu yang model seperti ini, maaf gak ada kembalian.
"Duh, gimana ni?"
Log of my day today, terima kasih Mbak gojek.
Selesai liputan ia mengantarkanku ke lokasi servis kendaraanku tadi, dan akupun kembali menunggu.
Semarang, 26/7/2018.

Comments

Popular posts from this blog

Eksistensi Saminisme Suku Samin di Tahun 2018

Review Buku Pergi, Sebuah Akhir Membawa Ke Awal Baru