Posts

Review Novel Semua Ikan di Langit Bareng Radite Canaleta

Image
Hai, selamat menikmati kalimat-kalimatku. Kali ini aku akan mereview novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit.  Ini adalah novel ketiga Ziggy yang aku baca, sebelumnya aku telah menamatkan Di Tanah Lada dan Jakarta Sebelum Pagi.  Bahasa Ziggy begitu fresh, dan jujur saja ketagihan dengan karya novelnya yang lain. 
Jika Di Tanah Lada menjadi pemenang II pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014, Semua Ikan di Langit karya Ziggy ini menjadi pemenang I di Sayembara Novel DKJ 2016.  Selamat Ziggy, sangat bermanfaat. Entah kenapa sejak membaca Di Tanah Lada aku sudah menduga jika Ziggy memiliki cara pandang hidup yang dalam dengan kebijaksanaannya. Duile.  Karyanya matang, mudah dicerna, serius, sedih, tapi juga bikin tertawa.  Apalagi di Novel Jakarta Sebelum Pagi, banyak sindiran yang tepat sasaran.  Bagaimana dengan Semua Ikan di Langit? Pertama kali mendengar judulnya jidatku berkerut. Apa ini? Aku buka halaman pertama semakin berkerut?  Dalam hati aku bertany…

Review Buku Fahrenheit 451, Ray Bradbury

Image
Bagi penikmat buku membaca membuka cakrawala seluas-luasnya. Bahkan dengan membaca seolah-olah mereka masuk ke dalam pikiran penulis dan bisa merasakan emosi yang ditawarkan. 
Ray Bradbury, membalut kisa seorang pemadam kebakaran dalam intimasi dengan buku yang amat erat.  Penulis berkebangsaan Amerika Serikat yang telah mangkat pada 5 Juni 2012 ini membuat saya teringat akan buku-buku di Indonesia pada masa Orde Baru yang tidak boleh beredar. Buku tersebut dilenyapkan, tak boleh seorangpun membaca. Termasuk sajak-sajak kritis para penyair yang kala itu dianggap komunis.  Apa salah dalam isi buku tersebut?  Apakah pemerintah pada masa itu anti kritik?  Mengkritik dengan cara yang benar sebenarnya membantu pemerintah menyelesaikan masalah, setidaknya ingin maju bersama dan memperbaiki keadaan yang lebih baik lagi daripada yang lampau. Ray mengisahkan tentang pekerjaan Guy Montag yang berkaitan erat dengan pembakaran buku.  Ada alat yang digunakan sebagai mata-mata, mulai dari anjing y…

350 ml Kehidupan dalam 8 Menit

Image
DARAH. Komponen penting dalam manusia. Mulai dari mengangkut oksigen dalam tubuh, dan lainnya. 
13 Desember 2018:  Hb 13,5 Tekanan darah 110/ 70  Dengan bekal fisik tersebut saya dengan bahagianya menuju pintu pengambilan donor di PMI Kota Semarang.  Inilah kisah donor darah kedua saya.  Bahahia dan relax adalah kunci memudahkan berdonor. Niat tentu menjadi kunci paling utama sebelum menginjakkan kaki di kantor PMI Kota Semarang.  "Kenapa, mas?" "Ini, pas ditusuk ototnya mbak ikut mundur-mundur,"  "Wah aku udah mulai jarang olahraga iku,"  "Ya, perempuan ta, kan ada siklus menstruasinya juga,"  Donor kedua saya berjalan lancar. Hanya dalam 8 menit, 350 mili darah telah siap diolah dan semoga bermanfaat untuk orang lain.  Donor darah pertama saya berjalan cukul alot yakni butuh waktu 21 menit untuk memenuhi kantong darah dengan volume 350 mili.  Kenapa demikian? Saya punya tips, pertama bahagia. 

Berbahagialah, hari ini rasa bahagia tersebut mem…

Reuni Bersama R.L Stine di Serial Goosebumps

Image
Edisi Tetangga Hantu  Dulu waktu Sekolah Menengah Pertama, aku sering meminjam buku R.L Stine di perpustakaan. Serial demi serial menemani hari-hari liburku.  Kejutan demi kejutan yang R.L Stine hadirkan sangat nyata, aku kembali menikmatinya saat memutuskan membeli satu di antara serial Goosebumps berjudul Tetangga Hantu di Gramedia Balaikota Semarang Jalan Pemuda, hari ini.


Novel misteri dengan tebal 153 ini mengajak pikiran relax sekaligus berkelana. Mencekam namun tidak seperti kebanyakan pada novel-novel misteri lainnya. Novel ini menghadirkan teka-teki tanpa usur kriminalitas. Novel Goosebumps yang paling berkesan yakni tentang teka-teki halaman (aku lupa judulnya). Di Tetangga Hantu, R.L Stine menghadirkan tokoh Hannah Fildchild sebagai tokoh utama.  Awalnya, ia merasa bosan dengan musim panasnya.  Dari pengamatanku, prolog R.L Stine sering menginspirasi para pembuat film supaya setiap alur selalu mengandung rasa penasaran, misterius, namun masuk akal.  Hannah merasa bosan saat…

Hijau Kehidupan

Image
PENGGANTI aroma buku, adalah pemandangan yang hijau.  Aku pernah bermimpi kembali merasakan kedamaian, benar-benar menggunakan 2% persen kehidupan.
Dok Pribadi/ kingkin
Sadar bernafas, sadar melihat warna hijau di hadapan, sadar bersinggungan dengan angin sepoi, sadar mendengarkan kicauan burung dari balik pintu kaca dengan duduk santai memegang buku Ernes Hemingway. Impianku tercapai, menggunakan 2% kehidupan untuk fokus masih diberi jantung yang berdetak normal menghirup oksigen bersih tanpa kegaduhan sore ini.  Hidup selalu memiliki caranya sendiri memperlihatkan berbagai sisi kehidupan.  Menjadikanku semakin mengagumi tetes hujan yang jatuh tepat pada daun bambu yang ada di mataku sore ini.  Hal ini membuatku sadar, orang-orang boleh mengomentari pilihan hidup kita tanpa mengetahui "diri kita" meski itu keliru.  Warna hijau di sini melemparkanku pada memori yang melompat-lompat. Antara buku dan meninggalkan sebongkah sayang yang berganti memaafkan.  Bandungan, 8/11/2018.…

Review Buku Like Water for Chocholate

Image
JIKA Pram bilang menulislah jika tidak ingin tenggelam dalam peradaban, maka Laura Esquile menghadirkan tokoh novel yang akan mengajari keabadian melalui resep makanan yang digunakan turun-temurun. Laura Esquile menghadirkan romansa khas Amerika Latin. Bumbu cinta dan deskripsi yang pas. Ditambah dengan penggerak resep makanan.

Novel dengan judul Like Water for Chocholate ini memiliki alur yang sangat tidak bisa diduga.  Menghadirkan sosok Mama Elena yang memiliki rahasia cinta sendiri. Hingga ia memiliki tradisi anak perempuan terakhir tidak boleh menikah.  Tita adalah sosok itu. Ia wajib mengurusnya hingga ia tua dan mati.  Di tengah dan ending baru ada penegas asal-usul yang menyayat pembaca kenapa sampai ada tradisisi tersebut? Tradisi ini bahkan menurun ke generasi ketiganya, Ezperansa. Namun, Tita telah merubah segala-galanya. Awal novel ini mengisahkan ketika Tita mengungkapkan akan ada seorang lelaki yang mencintainya akan datang melamar. Pedro namanya.  Justru Mama Elena mala…

Bersua Suara Kesunyian

Image
*cerpen ini ditulis untuk mengabadikan percakapan dengan seorang karib pada sekitar akhir Bulan Oktober  Malam beranjak larut. Musik di kedai kopi masih terdengar, dari volumenya belum menunjukkan tanda-tanda akan diberhentikan.  Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB.  Dalam kesunyian, mereka mendengarkan kehidupan. 
"Apa kamu sudah paham dengan politik kehidupan?" lelaki itu menyulut rokok keduanya.  Ruangan kedai kopi ini memiliki jendela yang lebar. Membuat pengunjung bebas memantik rokok tak perlu risau asapnya akan melambung berputar-putar di depan wajah lelaki itu ataupun lawan bicaranya.  "Maaf ya, aku merokok," izin lelaki itu.  Perempuan di hadapannya mengangguk belum menjawab pertanyaan tentang politik kehidupan.  Dalam keheningan, kehidupan yang ramai bisa di dengar. Mana suara-suara yang patut didengarkan, mana suara-suara yang penuh penghakiman.  "Apa semua kehidupan memiliki politik kehidupan?" tidak menjawab perempuan itu balik bertanya.  Samb…