Posts

Reviu Novel Pemetik Bintang

Image
NOVEL yang diterbitkan oleh kelompokKompas Gramedia grup ini memiliki daya tarik sendiri tentang pencarian dan perbedaan, saya menganggap jika buku ini menawarkan cerita cinta tentang arti cinta dan eksistensi manusia dalam masyarakat. Eksistensi manusia baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.
Namun beberapa akhir ini, ketika saya menganalisa waktu baca saya, akhir-akhir ini tidak bisa sekali duduk. Ini karena terkendala agenda keseharian. Saya membutuhkan waktu seminggu untuk menyelesaikan bacaan Pemetik Bintang. Di awali dengan kisah seorang lelaki yang mencari jati diri. Ia memiliki pandangan hidup yang berbeda pada orang pada umumnya. Bagi orang awam, memiliki pandangan berbeda dari kelompok bisa jadi dianggap menjadi orang aneh. Terkadang memperluas sudut pandang itu perlu. Sebab seseorang memiliki jalan hidup sendiri untuk memilih sikap, tentu hal tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui. Venerdi Handoyo mengemas bagaimana orang memilih jalan hi…

Cerita kepada Kawan

Kamu memandang kehidupan sebagai kesunyian.  Tidak perlu keramaian untuk memahami diammu. Bukan marah. Bukan bosan. Tapi kamu sedang berdialog dengan dirimu sendiri tentang arti hidup.  Hidup itu sederhana, yang rumit pikiranmu sendiri. Andai kamu bisa melihat senja dengan santai, sebagaimana ia merindukanmu.  Aku akan mengemukakan pendapatku untukmu, kamu akan baik-baik saja.  Semarang, 21 Juni 2019.

Cerita dari Blora: Kisah Istri Soesilo Toer Hingga Kambing-kambing Peliharaan di Pataba

“INI hari ulang tahun anak saya, kebetulan sekali,” tutur Ibu Soes kepada para pengunjung Pataba di siang itu. Secara pribadi saya tidak mengenal anak dari Soesilo Toer dan keluarga besar Soesilo Toer. Pertama kali mengenal Soes jujur saja melalui buku-buku Pramoedya yang merupakan kakak dari Soes. Siang bergelora terik. Rumah yang terletak di Jalan Sumbawa No 40 tersebut memiliki jendela-jendela yang besar dengan cat putih dan hijau yang mendominasi. Halaman rumah tersebut cukup luas. Ada dua rumah yang jadi satu di sini. Rumah yang terletak agak menjorok ke belakang merupakan tempat tidur Pramoedya di waktu kecil. Memasuki gerbang yang terkunci. Tampak beberapa kambing bebas berkeliaran di halaman. Aroma tubuh dan pup-nya tercium sesuai dengan arah angin di siang itu. “Maaf Mbak, lewat samping ya. Pintu depan ini kuncinya dibawa Pak Soes.Pak Soes lagi memperpanjang SIM,” tutur Ibu Soes kepada saya. Rumah tersebut terbilang cukup nyaman. Beberapa tanda kehidupan rumah tangga bisa dili…

Pernah ke Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer: Di Mana Itu?

Image
Esai ini dibuat untuk mengenang perjalanan ke tempat kelahiran Pramoedya Ananta Toer* PERJALANAN ke Blora menyisakan beberapa pertanyaan besar dalam benak. Hal tersebut sudah ada di dalam pikiran saya sejak menuju ke Jalan Sumbawa Nomor 40, Kabupaten Blora. Kita selalu bertanya dengan diri sendiri, apakah yang bisa dilihat dari sejarah masa lalu termasuk ketika bertemu dengan orang-orangnya. Perjalanan ke Blora pada 10 Juni sangat menyenangkan. Menggunakan kendaraan prihadi dari rumah menuju kediaman Toer sekitar pukul 08.00 pagi hari. Hari-hari tersebut tepat lebaran Idulfitri plus 5 hari. Dari Demak saya menuju Blora melewati Purwodadi, Wirosari, dan Ngawen.

Hamparan sawah dan kayu jati di hampir sebagian jalan Grobogan-Blora menjadi pemandangan yang menemani. Dengan menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 40-50 km/jam. Blora terletak di Jawa Tengah. Berbatasan langsung degan Cepu, Grobogan, dan Rembang. Di perjalanansaya sempatkan berhenti di minimarket un…

Reviu Novel Penari dari Serdang: Apakah Cinta Wajib Diperjuangkan?

Image
“Kalau cinta, jangan dibunuh. Perjuangkan!” kalimat tersebut terucap dari mulut Putri Chaya kepada seorang wartawan, Bagus, dari Jakarta yang kala itu sedang menjadi juri  kesenian di Medan. Kata kerja cinta menjadi hal yang sederhana diucap namun susah dijelaskan, bagi saya sendiri.  Novel yang ditulis oleh Yudhistira Anm Massardi (ayah vokalis-basis Barasuara, Iga Massardi) ini menyuguhkan peristiwa sejarah melayu di Sumatera Timur dengan alur kisah cinta antara penari dari Serdang, Putri Chaya –janda beranak satu, dengan seorang wartawan yang terlah berkeluarga dengan anak dua.

Dok Pribadi/ Kingkin
Yudhistira menawarkan sejarah melayu yang telah lama hilang kembali ke permukaan. Cinta sebagai penggeraknya. Apakah benar cinta wajib diperjuangkan? Apakah kamu benar-benar mencintai seseorang tanpa pernah mendua? Apakah kamu mendasari perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk beribadah kepada Tuhan sehingga menyadari di dunia ini adalah fana? Jika seorang janda memiliki hubungan dengan…

Review Novel Merdeka Sejak Hati: HMI Pemecah Islam?

Image
“Apa kamu dulu waktu menjadi mahasiswa ikut Himpunan Mahasiswa Islam?” Tidak. Saya memiliki alasan kenapa tidak mengikuti organisasi-organisasi tertentu di kampus –pada masanya. Pertama saya berargumen kuat, meski landasan dari organisasi itu bagus, saya takut jika di dalam organisasi tersebut memiliki kepentingan politik dan melupakan tujuan utama berdirinya organisasi.

Buat saya mengikuti organisasi harus dengan passion. Jadi tidak asal ikut-ikutan teman. Atau pun paksaan karena ingin bergaul dengan banyak orang. Membaca Novel Merdeka Sejak Hati yang ditulis oleh A. Fuadi. Pengetahuan saya terkait HMI menjadi semakin dalam, saya kagumi pendirinya. Bagi saya mengetahui seluk-beluk organisasi juga menjadi hal yang sangat pen lrting. Dengan mengetahui seluk-beluk saya yakin dalam mencapai tujuan organisasi tersebut akan sangat ringan dan kita menjadi mudah untuk berkontribusi karena mantab dalam mengikuti sebuah organisasi. “Kamu ikut HMI dulu? Bagaimana sejarahnya?” Tanya saya kepada t…

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Image
BACALAH apa yang telah ditulis Faisal Tehrani  pada kehidupan Basri dengan latar tahun 1960-1970 an, yang pedih bagi jiwa dan raga. Martabat kemanusiaan Basri tetap ada, tak bisa dirampas meski ia mencoba melupakan semua masa lalu nya dengan berpindah dari negara ke negara. Kepasrahan menuntun Basri bertemu dengan tokoh-tokoh yang menolongnya hingga akhirnya ia kembali bertemu dengan Val setelah 20 tahun lamanya. Dua-duanya sama-sama terlibat nestapa. Meski demikian mereka tidak mengeluh karena mereka semua tidak bersalah.

Cerita-cerita tersebut adalah sejarah perih Basri, penturan Faisal dalam novel ini perlu diapresiasi. Ada beberapa sudut pandang dalam cerita ini yang ditampilkan. Sudut orang ketiga, dari sisi “aku” Basri, Basariah, dan Val. Kuala Lumpur 1974, Basri dan kawan-kawan di universitas melakukan demo besar-besaran dengan mengatas namakan kaum petani kecil. Tuntutannya sederhana, menaikkan harga karet, mengusir investor asing (dikaji dengan kebijakan yang tepat), dan kebij…