Posts

Pernah ke Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer: Di Mana Itu?

Image
Esai ini dibuat untuk mengenang perjalanan ke tempat kelahiran Pramoedya Ananta Toer* PERJALANAN ke Blora menyisakan beberapa pertanyaan besar dalam benak. Hal tersebut sudah ada di dalam pikiran saya sejak menuju ke Jalan Sumbawa Nomor 40, Kabupaten Blora. Kita selalu bertanya dengan diri sendiri, apakah yang bisa dilihat dari sejarah masa lalu termasuk ketika bertemu dengan orang-orangnya. Perjalanan ke Blora pada 10 Juni sangat menyenangkan. Menggunakan kendaraan prihadi dari rumah menuju kediaman Toer sekitar pukul 08.00 pagi hari. Hari-hari tersebut tepat lebaran Idulfitri plus 5 hari. Dari Demak saya menuju Blora melewati Purwodadi, Wirosari, dan Ngawen.

Hamparan sawah dan kayu jati di hampir sebagian jalan Grobogan-Blora menjadi pemandangan yang menemani. Dengan menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan 40-50 km/jam. Blora terletak di Jawa Tengah. Berbatasan langsung degan Cepu, Grobogan, dan Rembang. Di perjalanansaya sempatkan berhenti di minimarket un…

Reviu Novel Penari dari Serdang: Apakah Cinta Wajib Diperjuangkan?

Image
“Kalau cinta, jangan dibunuh. Perjuangkan!” kalimat tersebut terucap dari mulut Putri Chaya kepada seorang wartawan, Bagus, dari Jakarta yang kala itu sedang menjadi juri  kesenian di Medan. Kata kerja cinta menjadi hal yang sederhana diucap namun susah dijelaskan, bagi saya sendiri.  Novel yang ditulis oleh Yudhistira Anm Massardi (ayah vokalis-basis Barasuara, Iga Massardi) ini menyuguhkan peristiwa sejarah melayu di Sumatera Timur dengan alur kisah cinta antara penari dari Serdang, Putri Chaya –janda beranak satu, dengan seorang wartawan yang terlah berkeluarga dengan anak dua.

Dok Pribadi/ Kingkin
Yudhistira menawarkan sejarah melayu yang telah lama hilang kembali ke permukaan. Cinta sebagai penggeraknya. Apakah benar cinta wajib diperjuangkan? Apakah kamu benar-benar mencintai seseorang tanpa pernah mendua? Apakah kamu mendasari perasaan cinta berdasarkan keinginan untuk beribadah kepada Tuhan sehingga menyadari di dunia ini adalah fana? Jika seorang janda memiliki hubungan dengan…

Review Novel Merdeka Sejak Hati: HMI Pemecah Islam?

Image
“Apa kamu dulu waktu menjadi mahasiswa ikut Himpunan Mahasiswa Islam?” Tidak. Saya memiliki alasan kenapa tidak mengikuti organisasi-organisasi tertentu di kampus –pada masanya. Pertama saya berargumen kuat, meski landasan dari organisasi itu bagus, saya takut jika di dalam organisasi tersebut memiliki kepentingan politik dan melupakan tujuan utama berdirinya organisasi.

Buat saya mengikuti organisasi harus dengan passion. Jadi tidak asal ikut-ikutan teman. Atau pun paksaan karena ingin bergaul dengan banyak orang. Membaca Novel Merdeka Sejak Hati yang ditulis oleh A. Fuadi. Pengetahuan saya terkait HMI menjadi semakin dalam, saya kagumi pendirinya. Bagi saya mengetahui seluk-beluk organisasi juga menjadi hal yang sangat pen lrting. Dengan mengetahui seluk-beluk saya yakin dalam mencapai tujuan organisasi tersebut akan sangat ringan dan kita menjadi mudah untuk berkontribusi karena mantab dalam mengikuti sebuah organisasi. “Kamu ikut HMI dulu? Bagaimana sejarahnya?” Tanya saya kepada t…

Review Buku Lelaki yang Membunuh Kenangan: Cinta dan Luka

Image
BACALAH apa yang telah ditulis Faisal Tehrani  pada kehidupan Basri dengan latar tahun 1960-1970 an, yang pedih bagi jiwa dan raga. Martabat kemanusiaan Basri tetap ada, tak bisa dirampas meski ia mencoba melupakan semua masa lalu nya dengan berpindah dari negara ke negara. Kepasrahan menuntun Basri bertemu dengan tokoh-tokoh yang menolongnya hingga akhirnya ia kembali bertemu dengan Val setelah 20 tahun lamanya. Dua-duanya sama-sama terlibat nestapa. Meski demikian mereka tidak mengeluh karena mereka semua tidak bersalah.

Cerita-cerita tersebut adalah sejarah perih Basri, penturan Faisal dalam novel ini perlu diapresiasi. Ada beberapa sudut pandang dalam cerita ini yang ditampilkan. Sudut orang ketiga, dari sisi “aku” Basri, Basariah, dan Val. Kuala Lumpur 1974, Basri dan kawan-kawan di universitas melakukan demo besar-besaran dengan mengatas namakan kaum petani kecil. Tuntutannya sederhana, menaikkan harga karet, mengusir investor asing (dikaji dengan kebijakan yang tepat), dan kebij…

Reviu Buku Tempat Terbaik di Dunia: Melihat Jakarta dari Sisi Lain

Image
"Seperti yang kubilang, Roanne," katanya ketika ia melihat saya. "Ini adalah tempat terbaik di dunia. Semua yang kamu pengin, bisa kamu dapatkan dan kamu lakukan di Bantaran Kali. Di kampung kumuh ini kami menjalankan hidup semewah hidup miliader di Jakarta," –Tikus, halaman 155, Tempat Terbaik di Dunia. 

Dok Pribadi

Roanne VanVoorst merupakan seorang antropolog asal Belanda yang melakukan penelitian doktoralnya di Jakarta. Roanne menulis novel Tempat Terbaik di Dunia ini atas permintaan Tikus –nama samaran, seorang warga Bantaran Kali –bukan nama lokasi sebenarnya di Jakarta. Di lokasi tersebut Tikus dan sekitar 150 warga Jakarta yang datang dari berbagai daerah tinggal di pinggiran kali yang sangat rawan banjir. Ini adalah kali pertama saya membaca karya Roanne yang diterbitkan oleh Marjin Kiri pada 2018. Kisah ini bermula ketia Roanne memutuskan untuk meneliti kehidupan warga Jakarta yang berada di titik parah saat kebanjiran. Bagaimana mereka bisa bertahan? apa …

Kampung Ramadan Jogokariyan, Jalan Paling Teduh

Image
BERDERET penjaja makanan melayani pembeli yang sedang berkunjung di Kampung Ramadan Jogokariyan. Ada penjaja sosis, teriyaki, es buah, hingga nasi goreng korea di sekitar Jalan Raya menuju Masjid Jogokariyan.


Hiasan serupa lampion berada di udara kosong depan Masjid menjadi satu di antara lokasi favorit pengunjung yang ngabuburit untuk berfoto atau pun tempat untuk berbuka. Berbuka on The Road. Tali-tali menjadi perekat lampion kertas warna-warni itu. Langit yang masih biru menjadi pelengkap indahnya hiasan ini. Terlebih ketika senja tiba, ada hiasan lampu yang semakin mempercantik area. Mulai sekitar pukul 16.00 WIB, para masyarakat mulai memenuhi ruang-ruang suci di Masjid Jogokariyan, sentra berbuka bersama di Kampung Ramdan. Kehangatan, ketulusan, tanpa pamrih. Ketiga kata tersebut merupakan hal yang saya rasakan ketika kali pertama menjejakkan kaki di sepanjang jalan Masjid Jogokariyan. Saling menghargai, siapapun kita. Sudah menjadi tradisi, Masjid ini menyediakan makanan untuk be…

Si Tukang Onar, Maxim Gorky

Image
Mendengar kata Onar, saya membayangkan benturan fisik hingga babak belur. Saya mulai bertanya-tanya apa maksud Maxim Gorky menulis cerita pendek Si Tukang Onar ini. Pikiran mengenai penyelaman kehidupan dari kaca mata Maxim terus berkelindan bersama pikiran-pikiran lainnya. Kumpulan cerita pendek Maxim Gorky kali ini diterjemahkan dari judul asli Tales of Italy oleh Eka Kurniawan.

Seperti apakah cerita Onar dari kacamata Maxim? Sehari-hari bisa saja bagi beberapa sebagian orang bertemu dengan keonaran-keonaran di lingkungan keseharian. Atau bahkan tidak sama sekali orang bersinggungan dengan biang onar, termasuk tatanan budaya puritan.
Saat membaca bagian Dendam yang menyebut-nyebut serta kisah Phryne dari Yunani Kono mengingatkan saya akan kisah The Scarlet Letter. Para puritan yang menginginkan tradisi kuno berlanjut justru membawa petaka bagi arti kebebasan manusia sendiri.
Keonaran bisa terjadi karena tatanan masyarakat yang saling timpang tindih tanpa aturan diceritakan oleh Maxim G…