Posts

Keheningan Parang Jati

Image
KETIKA memasuki toko buku aku mencium aroma wangi dari kertas bertuliskan Anatomi Rasa.  Sebagai editor dari Parang Jati, Ayu Utami meleburkan diri dengan penulis Anatomi Rasa. Jangan hakimi buku dari kovernya, bagi kamu yang melihat kover ini pasti akan terkecoh jika ini adalah novel romance yang mendayu-dayu untuk anak-anak SMA, bukan? Novel sastra ini mengisahkan filsafah dan filosofi dalam tiga bagian. Anatomi yang bagus bagi para pencari jawaban tentang kehidupan. JIka pada umumnya orang-orang tenggelam dalam keriuhan hiruk-pikuk kota dengan harapan mendapatkan segudang harta, materi, kemasyuran. Melalui Antalogi Rasa ini Parang Jati mengantarkan para pembacanya kepada keheningan yang berisi. Kalau kamu nyinyir kepada rasa, periksalah, apakah kamu dipengaruhi oleh bias rasionalisme Barat? Kalau kamu terlalu suka kepada rasa, juga periksalah diri. Jangan-jangan kamu malas berpikir? –Anatomi rasa, Halaman 6. Di sini, Rasa ditinjau dari alam kebatinan jawa. Kata rasa menggambarkan lapi…

Review Novel Ibu Susu

Image
Membaca, bagi saya, adalah proses spiritual yang menyenangkan. Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, itu hal yang wajar.  Dari membaca, saya mendapatkan ilmu kehidupan baru dari sisi yang berbeda, termasuk bacaan fiksi.  Kali ini tulisan fiksi Ibu Susu yang ditulis oleh Rio Johan adalah novel yang akan saya review. 
Berjumlah 202 halaman, Rio Johan mengemas bagus kisah Firaun Theb yang memiliki mimpi mengenai air susu.  Penyajian kisah yang minim dialog di penulisan Rio Johan, jujur saja mengingatkan akan cara Nukila Amal dalam Cala Ibi; minim dialog. Bedanya adalah, jika Nukila Amal dalam Cala Ibi menggunakan diksi-diksi dan metafora yang membuat kulit jidat berkerut, Rio Johan berbeda. Alurnya mengalir tanpa metafora.  Hal ini, membuat penikmat buku semakin senang, karena bisa memahami dengan nyaman.  Dikisahkan, pada awalnya, Firaun Theb bermimpi terkait susu. Kala itu, putranya sedang mengalami bala.  Air susu Ibu Agung sudah tidak keluar usai menyusui tiga bul…

Selatan Kabupaten Tegal, Ada Surga Tersembunyi di Perbatasan

Image
Setiap Kota memiliki landmark masing-masing. Biasanya, landmark tersebut dikelola oleh Pemerintah setempat, hingga gaung pemasarannya didengar oleh Masyarakat.  Dok Pribadi/ tiket masuk Rp 5.000/ orang 
Seperti di Semarang, ada Kawasan Kota Lama. Yogyakarta terkenal dengan Malioboro-nya. Hingga kata orang-orang belum ke Yogyakarta jika tidak bertandang ke Malioboro.  Bagaimana dengan alam yang berada di perbatasan? Adakah para traveller sempat mendengar namanya? 
Di daerah Pantura misalnya. Ada apa di perbatasan Kabupaten Tegal-Brebes? Bagi traveller dari luar Kota pasti kurang familiar dengan nama Bukit Baper, tentu hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kami penikmat alam yang masih alami.  Bukit Baper terletak di sisi selatan Kabupaten Tegal, daerah perbatasan Kabupaten Tegal - Brebes.  Kekayaan alam di sisi selatan Slawi memang tidak terkira, ditunjang dengan letak geografis yang mempuni. Jika Guci menjadi landmark Slawi, bagaimana dengan Cempaka, dan kawasan Bumijawa? Bak su…

Triliun Kesunyian

Image
Fiksi ini diabadikan untuk mengenang pikuknya Kota Semarang* 

Ketika laju kendaraan berhenti di perempatan lampu merah di sudut Kota Semarang, suara sirine ambulans memekakan telinga. Beberapa pengendara roda dua, berboncengan, mereka menerobos sisi kiri jalan. Terpaksa kendaraan di depan melaju meski lampu berwarna merah. Pengendara roda dua di depan ambulan tersebut seolah dikejar waktu. Pembonceng mengibarkan bendera kecil berwarna kuning.  Masih meraung. Panas menyengat. Namun kali itu aku hanya menjadi penonton kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang tersebut.  Aku berada di sebuah ruang. Di sini orang-orang sibuk bercengkrama dengan lawan bicaranya masing-masing. Ada yang sibuk dengan gadgetnya, mengantre pesanan makanan, atau pun hanya melamun saja.  Aku berada di lantai dua. Pemandangan di sini sangat strategis, aku bisa melihat lalu lintas di perempatan, patung Warag Ngendok, dan tentu beberapa orang-orang yang ada di sekelilingku.  "Kenapa supir ambulan terkadang tidak…

Babak Baru Setelah Tribun Jateng

Image
Diterima baik-baik, keluar juga harus izin dengan baik. Semoga talisilaturahmi ini tidak putus.  Itulah kalimat yang terngiang di telingaku, ketika aku dan dua rekan di Tribun Jateng memutuskan resign karena diterima di instansi pemerintahan. Angkatan kami 11 orang, tahun ini 1 orang keterima beasiswa di Asia University Taiwan, 3 orang lolos seleksi nasional aparatur sipil, 1 orang pindah ke grup kompas lain, tinggal berenam. Dan akan selalu berkesan.  Aku bersyukur diberi kesempatan hidup mengenal kalian.  Bagaimana pesan-kesan Pimpinan Redaksi, Manager kami, hingga para kawan saat mengetahui kami akan meninggalkan "rumah berkarya" selama lebih dari setahun ini?  Suci Rahayu dan aku memutuskan untuk pamit secara resmi kepada Kantor di 28 Januari 2019.  Pimpinan  Redaksi Tribun Jateng Cecep Burdansyah, Manager Cetak Iswododo, dan para kawan yang berkarya di Tribun Jateng mengantarkan seuntai pesan-kesan selama kami berkarya di Media yang besar itu, bagian dari Kompas Gramed…

Escape in Hiden Paradise Telogo Ranjeng

Image
I want to write about some story when I was in a due in Tegal and Slawi as a journalist. Its about a journey when I visit the borderline of Kabupaten Tegal and Kabupaten Brebes. There are several place that I never forget, such as Telogo Ranjeng. I have a due in Tegal about 6 month, before my office taking me back to handle Kota Semarang (again) in 2017.  Telogo Ranjeng is only about a 120- minute from Kota Tegal by motorcycle. However, Telogo Ranjeng offers a totally secret place, making traveler escape for backpackers. 
The peaceful journey I spent my day off exploring the border line of Kabupaten Tegal and Kabupaten Brebes, which is usually people never heard before, actually people familiar with Pantai Pulau Kodok, Pantai Alam Indah, Guci, Cacaban Lake for destination in Kota Tegal and Kabupaten Tegal. How about Sigedong, Sirampog, Sigeong, Paguyungan? In my day off on that day on Sunday, I woke up early at 5 a.m. I was greated by a message from a friend, he will pick me up at 7 …

Review Buku Albert Camus: Orang Aneh

Image
Sebagai sastrawan, Albert Camus selalu menghadirkan tulisan yang menggelitik pembacanya. Tokohnya selalu unik.  The Stranger, yang telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Orang Aneh adalah satu di antara beberapa karyanya.  Novel ini aku beli dengan harga yang lebih rendah dibanding jika di toko buku, waktu itu di bulan Januari, Gramedia Pandaran memiliki even Gramedia Fair 2019.  Orang Aneh tertera dibandrol Rp 30.000, sedangkan novel fenomenal dikalangan anak Sastra Inggris dan para penikmat sastra yang berjudul Scarlet Letter dibandrol Rp 25.000.  Bandingkan dengan kamu yang nongkrong di kedai kopi, cost-nya tinggian nongkrongmu bukan?  Orang Aneh adalah novel yang menyadarkan kita akan situasi-situasi sosial masyarakat yang bisa dirasakan sampai sekarang. Contoh kondisi masyarakat yang ada sekarang yakni lebih pandai menjadi pembicara ataupun penghakiman kurang bijak alih-alih pendengar dan penasihat yang bijak. Itulah yang secara umum digambarkan Albert Camus di …